BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Investasi & Ekspansi

Investasi Besar-Besaran untuk Pusat Pengolahan Avtur dari Jelantah

9 April 2026|Pusat Pengolahan Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Investasi Besar-Besaran untuk Pusat Pengolahan Avtur dari Jelantah

Pejabat pemerintah meninjau pabrik hilirisasi sawit untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit di Indonesia.

Pemerintah Indonesia berencana membuka pusat pengolahan kelapa sawit dan jelantah menjadi avtur, mendukung industri energi terbarukan.

(2026/04/09) Pemerintah Indonesia berencana membuka pusat pengolahan kelapa sawit dan minyak goreng bekas atau jelantah menjadi avtur, sebagai bagian dari investasi besar-besaran dalam sektor energi terbarukan. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan potensi ini saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Jawa Tengah.

Prabowo menjelaskan bahwa dengan memanfaatkan kelapa sawit dan limbah minyak goreng, Indonesia dapat menghasilkan avtur, yang merupakan bahan bakar pesawat. "Sekarang avtur pun bisa dari kelapa sawit, dan kita punya banyak kelapa sawit. Bahkan avtur nanti itu dari jelantah, dari limbah, dari sisanya minyak goreng," ungkapnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memanfaatkan sumber daya lokal dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Kegiatan ini tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah dari industri sawit, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah. Prabowo menekankan pentingnya membangun refinery-refinery untuk pengolahan tersebut, yang akan menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal. Selain itu, rencana ini sejalan dengan upaya untuk menciptakan mobilitas yang lebih ramah lingkungan melalui pengembangan kendaraan listrik.

Investasi dalam pusat pengolahan avtur ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mendorong penggunaan energi terbarukan di Indonesia. Prabowo mencatat bahwa energi fosil hanya akan digunakan untuk kepentingan strategis, sementara sumber daya terbarukan seperti kelapa sawit dan jelantah akan menjadi fokus utama. Pembangunan pabrik pengolahan ini diharapkan untuk menarik investasi lebih lanjut dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri energi global.

Dari sisi ekonomi, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan terhadap produk kelapa sawit, yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi petani dan industri hilir. Dengan potensi pasar yang besar untuk bioavtur, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pemain utama di industri energi terbarukan. Menurut Prabowo, investasi ini diharapkan dapat berjalan dalam waktu dekat dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Seiring dengan komitmen pemerintah terhadap pengembangan energi terbarukan, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana industri sawit akan beradaptasi dengan perubahan ini. Apakah ada langkah-langkah konkret yang akan diambil untuk memastikan keberlanjutan dan pengelolaan dampak lingkungan dari peningkatan penggunaan sumber daya ini? Hal ini akan menjadi fokus penting bagi regulator dan pelaku industri ke depan.

Sumber: