BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga Kelapa Sawit Tertekan, Peluang dan Tantangan di Pasar Global

23 Februari 2026|Fluktuasi Harga Minyak Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga Kelapa Sawit Tertekan, Peluang dan Tantangan di Pasar Global

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga minyak sawit mengalami fluktuasi yang signifikan, dipicu oleh tingginya pasokan dan pergeseran pasar global, mempengaruhi pendapatan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.

Pasar minyak kelapa sawit Indonesia menghadapi tantangan berat di awal tahun ini, dengan harga crude palm oil (CPO) yang terus tertekan. Menurut laporan terbaru, harga CPO di Bursa Malaysia jatuh di bawah MYR 3.950 per ton. Penurunan ini didorong oleh lonjakan produksi pada bulan Maret 2025, setelah cuaca buruk yang mengganggu panen di bulan sebelumnya. Stok minyak sawit yang meningkat menjadi 1,56 juta ton juga turut memberikan tekanan pada harga, menciptakan kekhawatiran di kalangan petani dan produsen.

Di Provinsi Riau, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit untuk petani mitra mengalami penurunan, ditetapkan sebesar Rp3.585,89 per kg hingga 6 Mei 2025. Penetapan harga ini menunjukkan penurunan sebesar Rp25,43 per kg, atau sekitar 0,70 persen. Hal serupa terjadi pada harga kelapa sawit mitra plasma, yang ditetapkan sebesar Rp3.616,88 per kg, mengalami penurunan juga sebesar Rp18,94 per kg. Kedua penetapan harga ini merupakan hasil kajian yang dilakukan oleh tim Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan menunjukkan betapa sulitnya kondisi pasar saat ini.

Di tengah penurunan harga, beberapa perusahaan besar seperti PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatatkan hasil keuangan yang cukup positif. DSNG melaporkan laba sebesar Rp367 miliar pada kuartal I 2025, meningkat 60% dibandingkan tahun sebelumnya, berkat kenaikan harga jual rata-rata produk kelapa sawit. Sementara itu, AALI mencatat laba bersih sebesar Rp1,15 triliun, meningkat 8,67% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh strategi efisiensi biaya dan kenaikan harga kelapa sawit.

Kondisi pasar minyak sawit global juga dipengaruhi oleh tensi geopolitik, termasuk perang tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Dalam dua tahun terakhir, stok minyak nabati dunia mengalami penurunan tajam, memicu fluktuasi harga yang signifikan untuk minyak sawit. Setelah mencapai puncaknya di US$ 1.900 per metrik ton pada Maret 2022, harga kini berfluktuasi di kisaran US$ 900โ€“1.100, namun pasar tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan lebih lanjut.

Dalam konteks ini, perusahaan-perusahaan sawit di Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk mempertahankan daya saing mereka di pasar global, sambil mengelola biaya produksi dan menjaga keberlanjutan. Dengan permintaan minyak nabati yang terus meningkat, terutama dalam konteks bonus demografi yang dihadapi Indonesia, masa depan sektor kelapa sawit tetap memiliki potensi, meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi.

Sumber:

  • Harga CPO Semakin Terpuruk Akibat Pasokan yang Masih Tinggi โ€” Kontan (2025-04-29)
  • Harga TBS Kelapa Sawit Riau Mitra Swadaya Dibayar Rp3.585,89 per Kg hingga 6 Mei 2025 โ€” Media Center Riau (2025-04-29)
  • Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Dihargai Rp3.616 per Kg โ€” Media Center Riau (2025-04-29)
  • Menakar Masa Depan Minyak Sawit Dikala Muncul Bonus Demografi โ€” Info Sawit (2025-04-29)
  • Harga CPO Naik, DSNG Catat Pertumbuhan Pada Kuartal I 2025 โ€” Hortus (2025-04-29)
  • Harga CPO Naik, Raksasa Sawit Indonesia Astra Agro Lestari (AALI) Cetak Laba Rp 1,15 Triliun โ€” Liputan6 (2025-04-29)
  • Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Selasa (29 per 4), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Lesu โ€” Info Sawit (2025-04-29)