Harga CPO Tembus Rp15.600 di Tengah Penahanan Pembelian India

Gambaran minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya menunjukkan tren harga yang berfluktuasi di pasar global.
Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami kenaikan signifikan di tengah penahanan pembelian oleh India, menciptakan ketidakpastian di pasar global.
(2026/03/27) Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami lonjakan, mencapai Rp15.615 per kilogram pada 26 Maret 2026, sementara pasar global menghadapi ketidakpastian akibat India menahan pembelian. Langkah ini diambil oleh India, sebagai salah satu importir terbesar, untuk menunggu stabilitas harga setelah lonjakan akibat ketegangan geopolitik.
India, yang sangat bergantung pada impor minyak nabati untuk memenuhi kebutuhan domestiknya, memilih strategi "wait and see" dalam melakukan pembelian. Hal ini menciptakan kekhawatiran di kalangan pelaku industri, yang menilai bahwa potensi penurunan harga masih ada seiring meredanya konflik global. Menurut laporan, kilang minyak nabati di India khawatir bahwa lonjakan harga tidak akan bertahan lama.
Di sisi lain, penguatan harga CPO domestik di Indonesia sejalan dengan tren yang terjadi di Bursa Malaysia Derivatives. Pada sesi perdagangan yang sama, harga CPO di Malaysia ditutup lebih tinggi, dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah Brent yang mencapai US$110,70 per barel, dan juga didukung oleh kenaikan harga minyak kedelai. CPO futures bertahan di atas RM4.580 per ton, dengan resistance di level RM4.700 per ton.
- Harga CPO KPBN Menguat di Tengah Ketidakpastian Global pada April 2026 (2 April 2026)
- Harga CPO Berpotensi Naik Terkait Konflik Geopolitik, Harga Sawit Jambi Meningkat (27 Maret 2026)
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
- Harga CPO Menguat di Tengah Fluktuasi Ringgit dan Permintaan Ekspor (30 Maret 2026)
Kenaikan harga CPO domestik sebesar Rp242/kg, atau sekitar 1,57%, dari harga sebelumnya, menunjukkan optimisme pasar di tengah ketidakpastian. Di beberapa titik penyerahan, harga CPO juga menunjukkan tren positif, dengan harga di Dumai, Teluk Bayur, dan Talang Duku masing-masing mencapai Rp15.615/kg, Rp15.485/kg, dan Rp15.415/kg.
Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga minyak mentah akan terus mempengaruhi dinamika pasar sawit global. Namun, pelaku pasar tetap berharap adanya stabilitas sehingga dapat memulihkan kepercayaan dalam melakukan transaksi minyak sawit. Penahanan oleh India bisa jadi menjadi sinyal bagi pelaku industri untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian.
Dengan perkembangan ini, masa depan harga CPO akan sangat tergantung pada stabilitas kondisi geopolitik dan langkah-langkah yang diambil oleh negara-negara pengimpor utama. "Kami memperkirakan harga CPO akan tetap volatile, namun ada harapan untuk perbaikan jika situasi membaik," ujar seorang analis pasar.
Sumber: