BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO Turun Signifikan, Tertekan Oleh Berbagai Faktor Eksternal

22 Februari 2026|Penurunan Harga CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO Turun Signifikan, Tertekan Oleh Berbagai Faktor Eksternal

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, terpengaruh oleh kondisi pasar internasional dan kebijakan perdagangan.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia kembali mengalami penurunan pada awal bulan Maret 2025. Hal ini terlihat dari penetapan harga oleh PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) yang menetapkan harga CPO pada Rp14.980/kg, setelah mengalami penurunan sebesar 0,83% atau Rp125/kg dari harga sebelumnya yang mencapai Rp15.105/kg. Penurunan ini terjadi pada tender yang berlangsung pada Selasa, 11 Maret 2025.

Situasi pasar yang tidak menguntungkan ini berlanjut setelah sebelumnya, harga CPO pada tender yang sama juga menunjukkan penurunan hanya sebesar Rp30 menjadi Rp15.105/kg pada Senin, 10 Maret 2025. Meskipun ada harapan untuk stabilitas harga di kisaran Rp15.000-an per kilogram, kenyataannya harga CPO terjerembab di bawah Rp15.000, memberikan dampak negatif bagi petani sawit yang berharap harga tandan buah segar (TBS) tetap stabil.

Faktor yang memengaruhi penurunan harga ini termasuk melemahnya harga minyak kedelai di Bursa Dalian, yang berdampak pada harga kontrak minyak sawit berjangka di Bursa Malaysia. Meskipun ada peningkatan impor minyak kelapa sawit dari India yang sempat membatasi penurunan, situasi keseluruhan di pasar tetap lesu. Kondisi ini diperparah dengan adanya kekhawatiran terkait perang dagang yang dipicu oleh kebijakan proteksionis Presiden AS, Donald Trump, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan mengurangi permintaan akan energi.

Di sisi lain, harga minyak mentah juga mengalami penurunan, dengan harga minyak mentah Brent yang ditutup pada USD 69,28 per barel, turun 1,5 persen. Penurunan ini tentu berdampak pada sektor minyak sawit yang saling terkait. Ketidakpastian dalam perdagangan internasional dan kebijakan tarif yang diterapkan oleh AS terhadap negara-negara lain seperti Kanada, Meksiko, dan China memberikan dampak domino yang tidak menguntungkan bagi komoditas termasuk CPO.

Di tengah situasi ini, para pelaku industri dan petani sawit diharapkan tetap waspada dan bersiap menghadapi fluktuasi harga yang mungkin akan berlanjut. Ketidakpastian pasar global, terutama terkait kebijakan perdagangan, menjadi tantangan besar bagi stabilitas harga CPO ke depan.

Sumber:

  • Harga CPO KPBN Inacom Turun Lagi Pada Selasa (11 per 3), Harga CPO di Bursa Malaysia Lesu โ€” Info Sawit (2025-03-11)
  • Anjlok Lebih Rp 120, Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 11 Maret 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-03-11)
  • Harga Minyak Mentah dan CPO Turun Imbas Tarif Impor Trump โ€” Kumparan (2025-03-11)