BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO dan TBS di Indonesia: Penurunan dan Prediksi Kenaikan di Tengah Kebijakan B40

22 Februari 2026|Fluktuasi Harga CPO dan TBS
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO dan TBS di Indonesia: Penurunan dan Prediksi Kenaikan di Tengah Kebijakan B40

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia mengalami fluktuasi, dengan penurunan pada awal tahun 2025, namun diprediksi akan meningkat seiring penerapan kebijakan mandatori B40.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia menunjukkan tren penurunan pada awal tahun 2025, dengan catatan harga di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom yang ditetapkan Rp 14.188 per kilogram pada 14 Januari 2025. Penurunan ini sebesar 0,13% dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp 14.206 per kilogram. Di sisi lain, harga kontrak minyak sawit berjangka di Bursa Malaysia juga mengalami penurunan, dipicu oleh aksi ambil untung setelah dua sesi kenaikan tajam akibat penurunan stok minyak kelapa sawit dan kenaikan harga minyak mentah.

Sementara itu, di Riau, petani swadaya juga merasakan dampak dari penurunan harga. Dinas Perkebunan Provinsi Riau mengumumkan bahwa harga Tandan Buah Segar (TBS) untuk petani mitra swadaya mengalami penurunan signifikan, terutama untuk kelompok umur 9 tahun, dengan penurunan mencapai Rp 179,32 per kilogram atau sekitar 4,96% dibandingkan minggu sebelumnya. Harga TBS yang ditetapkan untuk umur 9 tahun adalah Rp 3.435,15 per kilogram. Penetapan ini didasarkan pada kajian dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, yang mengindikasikan bahwa meskipun harga menurun, langkah ini diharapkan dapat memberikan stabilitas di pasar.

Di tengah penurunan harga ini, ada harapan baru dengan diterapkannya kebijakan mandatori B40, yang mewajibkan penggunaan campuran 60% solar dan 40% bahan bakar nabati (BBN) berbasis minyak sawit. Para pelaku industri sawit optimis bahwa kebijakan ini akan meningkatkan permintaan CPO dalam negeri, yang pada gilirannya diperkirakan akan mendukung kenaikan harga. PT Sampoerna Agro Tbk menyatakan bahwa penerapan B40 akan menjadi katalis positif dalam meningkatkan kinerja sektor sawit di tahun ini.

Namun, ada kekhawatiran terkait volume ekspor yang mungkin dipangkas akibat peningkatan konsumsi domestik yang diharapkan dari kebijakan ini. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada potensi kenaikan harga, pasar harus tetap waspada terhadap dinamika permintaan dan penawaran, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.

Secara keseluruhan, perkembangan harga CPO dan TBS di Indonesia mencerminkan tantangan dan peluang yang saling berkaitan. Penurunan harga saat ini mungkin menjadi sinyal bagi petani dan pelaku industri untuk beradaptasi dengan kebijakan baru yang diharapkan dapat memberikan dampak positif di masa mendatang.

Sumber:

  • Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Selasa (14 per 1), Harga CPO di Bursa Malaysia Merosot โ€” Info Sawit (2025-01-14)
  • Harga Sawit Lesu, Petani Swadaya Kecewa โ€” Media Center Riau (2025-01-14)
  • B40 Berlaku, Harga CPO Diprediksi Naik Tapi Volume Ekspor Berpotensi Dipangkas โ€” Kontan (2025-01-14)