Situs ini hasil automasi. Seluruh artikel disusun otomatis dan bisa memuat kekeliruan. Tetap rujuk sumber asli yang tercantum di setiap artikel.

BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

BPDP, Ditjenbun dan BPI Latih 180 Pekebun Sawit Aceh Timur untuk Tingkatkan Produktivitas dan Penggunaan Benih Bersertifikat

12 Oktober 2026|Peningkatan Produktivitas Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
BPDP, Ditjenbun dan BPI Latih 180 Pekebun Sawit Aceh Timur untuk Tingkatkan Produktivitas dan Penggunaan Benih Bersertifikat

Logo BPDP yang terintegrasi dengan latar belakang kebun kelapa sawit, mencerminkan dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.

BPDP bersama Ditjenbun dan BPI menggelar pelatihan intensif bagi 180 pekebun Aceh Timur untuk memperbaiki praktik budidaya, termasuk penggunaan benih unggul bersertifikat.

(2026/10/12) Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Best Planter Indonesia (BPI) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) menggelar pelatihan teknis intensif bagi 180 pekebun sawit asal Kabupaten Aceh Timur, bertujuan meningkatkan produktivitas kebun rakyat melalui penggunaan benih unggul bersertifikat dan praktik budidaya yang tepat.

Kegiatan pelatihan berlangsung pada 21โ€“26 September 2026 di Banda Aceh dan memadukan materi kelas dengan praktik lapangan agar peserta dapat langsung mengamati penerapan Best Management Practices (BMP). Materi yang diajarkan meliputi pemilihan bibit unggul, persiapan lahan tanpa pembakaran, pemangkasan daun, penataan piringan pohon, serta pemupukan sesuai kebutuhan tanaman.

Sumber berita menyorot masalah penggunaan benih tidak bersertifikat atau benih illegitim sebagai salah satu kendala mendasar yang menurunkan potensi hasil tandan buah segar (TBS) di kebun swadaya Aceh Timur. Pelatihan ini menegaskan peran benih unggul sebagai fondasi produktivitas karena menentukan potensi hasil sejak penanaman dan memengaruhi efisiensi pemeliharaan serta biaya operasional kebun.

Dalam sesi lapangan peserta diberi kesempatan untuk mengamati standar teknis kebun yang dikelola secara profesional sehingga dapat menilai praktik budidaya yang selama ini diterapkan di kebunnya sendiri. Program juga menyertakan pembekalan tentang pengendalian organisme pengganggu tumbuhan, termasuk hama dan penyakit yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman kelapa sawit.

Penyelenggara menekankan bahwa peningkatan kapasitas pekebun tidak cukup hanya melalui pelatihan satu kali; ketersediaan bibit berkualitas, pemupukan yang tepat, perawatan rutin, serta pendampingan teknis berkelanjutan tetap diperlukan agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara konsisten di lapang. Dalam berita disebutkan pula bahwa pelatihan dirancang agar pekebun swadaya mampu mengambil keputusan teknis terkait pemilihan bahan tanam hingga pemeliharaan tanaman.

Kolaborasi antara BPDP, Ditjenbun, dan BPI juga dimaknai sebagai perpaduan pendanaan, dukungan teknis pemerintah, dan pengalaman praktis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sektor perkebunan rakyat di Aceh Timur. RRI melaporkan bahwa tujuan jangka menengahnya adalah mendorong pekebun naik kelas dengan standar pengelolaan yang lebih terukur dan efisien sehingga berdampak langsung pada pendapatan rumah tangga pekebun.

Berita menyebut bahwa jumlah peserta pelatihan adalah 180 pekebun dan jadwal pelatihan dilaksanakan 21โ€“26 September 2026; keduanya menjadi fakta konkret terakhir dari sumber yang memaparkan kegiatan dan cakupan materi pelatihan.

Sumber:

Sumber asli

Artikel ini disusun otomatis. Periksa faktanya di berita asli berikut.

  1. Pelatihan Intensif BPDP-BPI Bidik Peningkatan Produktivitas Sawit Aceh Timur ยท rri.co.id
  2. Benih Unggul Jadi Kunci, Pekebun Sawit Aceh Timur Didorong Naik Kelas ยท rri.co.id