Tren Pasar Minyak Sawit: Impor India Turun dan PTPN IV Targetkan CPO Bersertifikasi

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Impor minyak sawit India mengalami penurunan signifikan, sementara PTPN IV berambisi meraih pasar internasional dengan produk bersertifikasi.
Pasar minyak sawit global mengalami pergeseran signifikan di awal tahun 2026. Pada bulan Desember 2024, India, sebagai pembeli minyak nabati terbesar di dunia, mencatatkan penurunan impor minyak sawit yang tajam, mencapai angka terendah dalam sembilan bulan terakhir. Hal ini disebabkan oleh lonjakan harga minyak sawit yang mencapai level tertinggi dalam dua setengah tahun, sehingga para pengolah beralih ke minyak kedelai yang lebih terjangkau.
Impor minyak sawit India turun hingga 40% pada bulan Desember dibandingkan bulan sebelumnya, dengan total 503.000 metrik ton, angka terendah sejak Maret 2023. Penurunan ini tidak hanya mempengaruhi pasar domestik di India, tetapi juga dapat memberikan tekanan pada harga patokan minyak sawit di Malaysia. Sebaliknya, impor minyak kedelai India meningkat 3% menjadi 420.000 metrik ton, menunjukkan adanya pergeseran preferensi di kalangan pengolah minyak nabati.
Sementara itu, di Indonesia, PTPN IV PalmCo, sebagai salah satu perusahaan BUMN pengelola perkebunan sawit terluas di dunia, mengumumkan target ambisius untuk memasarkan 120.000 metrik ton minyak sawit mentah (CPO) bersertifikat internasional. Dengan mengusung sertifikasi Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO) model Identity Preserved, perusahaan ini berupaya meraih tambahan pendapatan sebesar USD 3,6 juta melalui harga premium dari penjualan produknya sepanjang tahun 2025.
- Ekspor CPO Januari 2026 Meningkat 59,63% Menjadi 2,514 Ribu Ton (30 Maret 2026)
- Kinerja Ekspor Indonesia Meningkat di Tengah Kasus Korupsi CPO (2 Maret 2026)
- Kelapa Sawit Indonesia: Permintaan Global dan Tantangan Harga di Tengah Ketegangan Internasional (23 Februari 2026)
- India Pangkas Bea Masuk CPO, Dampak pada Ekspor dan Harga Minyak Sawit Global (23 Februari 2026)
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan bahwa pada tahun 2024, perusahaan berhasil memproduksi 2,58 juta ton CPO bersertifikasi RSPO. Dengan target baru ini, PTPN IV berharap dapat semakin memperkuat posisinya di pasar internasional yang semakin mengedepankan keberlanjutan dan praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Kombinasi dari penurunan impor minyak sawit di India dan upaya Indonesia untuk memasuki pasar bersertifikat dapat menciptakan dinamika baru di industri minyak sawit. Para pengolah di India mungkin akan terus mencari alternatif yang lebih murah, sementara perusahaan-perusahaan Indonesia berusaha untuk meningkatkan nilai tambah melalui sertifikasi dan harga premium.
Seiring dengan perkembangan ini, pelaku industri dan pemerintah perlu terus memantau tren harga dan permintaan di pasar global agar dapat mengambil langkah strategis yang tepat dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan.
Sumber:
- Impor Minyak Sawit India Turun Tajam pada Desember 2024 โ Info Sawit (2025-01-04)
- Target Pasarkan 120.000 MT CPO Bersertifikasi Internasional, PTPN IV PalmCo Proyeksi Raup Tambahan USD3,6 Juta Premium Price โ Media Perkebunan (2025-01-04)