BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Minyak Goreng

Tantangan Harga Pangan dan Minyak Goreng di Indonesia Menjelang Ramadan

22 Februari 2026|Kenaikan Harga Minyak Goreng
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Tantangan Harga Pangan dan Minyak Goreng di Indonesia Menjelang Ramadan

Gambar menunjukkan produk minyak goreng kemasan dari industri hilir kelapa sawit di Indonesia.

Kenaikan harga minyak goreng dan pangan menjelang Ramadan menjadi perhatian serius. Pemerintah diminta untuk mengambil langkah efisien guna menjaga stabilitas harga.

Kenaikan harga minyak goreng dan bahan pangan pokok di Indonesia semakin menjadi sorotan menjelang bulan Ramadan. Pemerintah dan masyarakat kini dihadapkan pada tantangan untuk menanggulangi lonjakan harga yang berpotensi membebani ekonomi rumah tangga dan pelaku usaha. Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak goreng menunjukkan peningkatan yang signifikan, yang berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga maupun biaya operasional usaha, terutama di sektor kuliner.

Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Riau pada bulan lalu merupakan salah satu upaya untuk memberikan akses bahan pangan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan ini digelar serentak di 22 titik, termasuk di Pekanbaru, dan dihadiri oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, M. Job Kurniawan. Dalam sambutannya, M. Job menekankan bahwa GPM adalah bentuk komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang wajar.

Namun, di tengah upaya tersebut, harga minyak goreng yang terus merangkak naik menjadi sorotan utama. Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Freesca Syafitri, mengungkapkan bahwa lonjakan harga minyak goreng ini merupakan masalah yang berulang setiap tahun, terutama menjelang Ramadan. Kenaikan harga ini tidak hanya membebani rumah tangga, tetapi juga meningkatkan biaya produksi bagi pelaku usaha kuliner.

Data terbaru menunjukkan bahwa harga minyak goreng di pasar tradisional dan minimarket semakin sulit dijangkau oleh masyarakat. Kenaikan harga ini berkorelasi dengan meningkatnya harga minyak sawit di dalam negeri, yang dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Freesca menekankan pentingnya reformasi dalam distribusi dan pengawasan program MinyaKita, agar masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang lebih adil. Ia menyoroti bahwa kehadiran program tersebut harus dapat memberikan keadilan bagi rakyat, terutama di tengah himpitan ekonomi yang semakin berat.

Sementara itu, harga minyak sawit mentah (CPO) juga mengalami fluktuasi. Pada 20 Maret 2025, harga CPO di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom mengalami penurunan sebesar 0,20% menjadi Rp15.088/kg, meskipun harga di Bursa Malaysia menunjukkan tren kenaikan. Penurunan harga ini mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar domestik, tetapi tetap menjadi indikator penting bagi para pelaku industri kelapa sawit.

Secara keseluruhan, tantangan harga pangan dan minyak goreng di Indonesia menjelang Ramadan menjadi isu yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Upaya untuk menjaga stabilitas harga dan memperbaiki distribusi pangan harus dilakukan agar masyarakat tidak semakin terbebani. Dalam situasi ekonomi yang sulit ini, kehadiran kebijakan yang tepat dan efektif sangat penting untuk memastikan kesejahteraan masyarakat.

Sumber:

  • Gerakan Pangan Murah Jaga Stabilitas Harga Pangan โ€” Sawit Indonesia (2025-03-20)
  • Perlunya Reformasi Distribusi dan Pengawasan Minyakita โ€” Sawit Indonesia (2025-03-20)
  • Pemerintah Diminta Teruskan Program DMO MinyaKita โ€” Detik (2025-03-20)
  • Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Kamis (20 per 3), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Naik โ€” Info Sawit (2025-03-20)
  • Freesca Syafitri: Kehadiran Minyakita Dengan Harga yang Telah Ditentukan Sebagai Wujud Keadilan Bagi Rakyat โ€” Sawit Indonesia (2025-03-20)