BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Minyak Goreng

Tantangan Harga dan Ekspor Minyak Sawit Indonesia di 2026

22 Februari 2026|Harga dan Ekspor Minyak Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Tantangan Harga dan Ekspor Minyak Sawit Indonesia di 2026

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Harga minyak goreng kemasan Minyakita yang meroket dan penurunan ekspor minyak sawit menjadi perhatian utama pemerintah dan pengusaha di Indonesia.

Harga minyak goreng kemasan Minyakita yang terus meningkat menjadi sorotan utama dalam rapat yang akan digelar oleh Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Perdagangan. Kenaikan harga rata-rata nasional mencapai Rp17.557 per liter, meningkat 11,83% dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Anggota Komisi VI, Nasim Khan, menekankan pentingnya melakukan inspeksi harga mulai dari distributor hingga toko-toko kelontong untuk mencari tahu penyebab lonjakan ini.

Dalam pernyataannya, Khan menyatakan bahwa rapat dengar pendapat yang direncanakan pekan depan bertujuan untuk menggali lebih dalam permasalahan harga Minyakita. Ia berharap semua pihak dapat duduk bersama untuk merumuskan solusi yang tepat agar harga minyak goreng dapat kembali stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

Sementara itu, di tengah isu harga yang melambung, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengungkapkan bahwa ekspor minyak sawit Indonesia mengalami penurunan signifikan. Data terbaru menunjukkan penurunan sebesar 8,69% pada bulan November 2024, dengan total ekspor mencapai 2.637 ribu ton, turun dari 2.888 ribu ton pada bulan sebelumnya. Penurunan ini diakibatkan oleh turunnya jumlah produk olahan dan crude palm oil (CPO).

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, menjelaskan bahwa penurunan terbesar terjadi pada produk olahan, yang turun sebanyak 197 ribu ton, serta CPO yang mengalami penurunan 112 ribu ton. Hal ini menyebabkan nilai ekspor juga mengalami penurunan, dari USD 2.943 juta menjadi USD 2.904 juta. Penurunan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit Indonesia dalam mempertahankan daya saing di pasar internasional.

Kondisi ini semakin mendesak untuk ditangani, terlebih dengan meningkatnya harga minyak goreng yang berpengaruh pada daya beli masyarakat. Para pengusaha dan pemerintah diharapkan dapat berkolaborasi untuk mengatasi masalah ini agar industri kelapa sawit Indonesia tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

Sumber:

  • Harga Minyakita Ugal-Ugalan, DPR Panggil Mendag Pekan Depan โ€” Sawit Indonesia (2025-01-28)
  • Ekspor dan Produksi Sawit RI Turun, Ini Penjelasan GAPKI โ€” Agrofarm (2025-01-28)