PTPN IV PalmCo Tanam Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Kenaikan Harga TBS di Jambi

Foto aerial menunjukkan kebun sawit yang luas di Indonesia, menyoroti perkembangan industri kelapa sawit yang pesat.
PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo mulai memanfaatkan lahan replanting kelapa sawit dengan penanaman jagung, sementara harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Jambi mengalami kenaikan.
PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo telah memulai langkah strategis dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan replanting kelapa sawit melalui penanaman jagung. Inisiatif ini bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional dan sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan bahwa penanaman jagung ini dilakukan secara serentak di beberapa unit kerja dan areal petani mitra di lima provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jambi, Kalimantan Timur, Jawa Barat, dan Riau. Kegiatan ini dimulai sejak akhir Januari lalu dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani serta meningkatkan ketersediaan pangan.
Jatmiko menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari mandat pemerintah untuk memanfaatkan lahan pertanian secara optimal. Dengan memanfaatkan lahan bekas kelapa sawit yang sedang dalam proses replanting, PTPN IV PalmCo tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan, tetapi juga membantu petani lokal dalam meningkatkan pendapatan mereka.
- Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Tantangan Sektor Perkebunan Sawit di Indonesia (23 Februari 2026)
- Perkembangan Terbaru di Sektor Perkebunan Sawit Indonesia: Harga, Kebijakan, dan Pendidikan (22 Februari 2026)
- Dinamika Perkebunan Sawit Indonesia: Dari Alih Fungsi Lahan hingga Kesejahteraan Buruh (22 Februari 2026)
- Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia: Tantangan Harga, Konflik Lahan, dan Strategi Ketahanan Iklim (23 Februari 2026)
Sementara itu, perkembangan positif juga terjadi di sektor harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Provinsi Jambi. Pada periode 14-20 Maret 2025, harga TBS mengalami kenaikan tipis sebesar Rp 14,42 per kilogram, menjadikannya Rp 3.598,87 per kilogram untuk TBS dari tanaman berumur 10 hingga 20 tahun. Kenaikan ini menunjukkan tren positif yang dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani sawit di wilayah tersebut.
Menurut laporan dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, harga TBS untuk berbagai umur tanaman juga mengalami variasi, di mana TBS dari tanaman berumur 3 tahun dihargai sekitar Rp 2.810,46 per kilogram, sedangkan untuk tanaman berumur 25 tahun mencapai Rp 3.331,40 per kilogram. Kenaikan ini, meskipun tidak signifikan, diharapkan dapat meningkatkan semangat para petani dalam mengelola kebun mereka.
Selain itu, pemantauan harga TBS oleh tim penetapan harga di Jambi menunjukkan bahwa meskipun ada sedikit fluktuasi, secara umum harga TBS tetap stabil. Hal ini menjadi kabar baik bagi para petani mitra plasma yang mengandalkan pendapatan dari penjualan TBS.
Dengan adanya upaya dari PTPN IV PalmCo dalam mengembangkan pertanian jagung dan stabilitas harga TBS sawit, diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan petani di Indonesia. Keberlanjutan inisiatif ini akan sangat bergantung pada dukungan pemerintah dan kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat lokal.
Sumber:
- Pupuk Jagung 3000 ha di Lahan Replanting Sawit untuk Dukung Ketahanan Pangan โ Info Sawit (2025-03-14)
- Harga TBS Sawit Jambi Periode 14-20 Maret 2025 Naik Tipis โ Info Sawit (2025-03-14)
- PTPN IV PalmCo Optimalkan Areal Replanting Dengan Tanaman Jagung โ Sawit Indonesia (2025-03-14)
- Enggak Sampai Naik Rp 15 Harga TBS Mitra Plasma Jambi Periode 14-20 Maret 2025 โ Media Perkebunan (2025-03-14)