BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Harga TBS Sawit Riau Naik, Tarif Bea Keluar CPO Capai US$148/MT

1 April 2026|Harga Sawit Swadaya Riau
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS Sawit Riau Naik, Tarif Bea Keluar CPO Capai US$148/MT

Harga TBS kelapa sawit meningkat, memberikan harapan baru bagi petani di Indonesia amid tantangan industri.

Harga TBS sawit swadaya dan mitra plasma di Riau mengalami kenaikan pada awal April 2026, sementara tarif bea keluar CPO berada di angka US$148 per metrik ton.

(2026/04/01) Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit swadaya di Provinsi Riau untuk periode 1-7 April 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp125,14 per kilogram menjadi Rp3.967,83 per kilogram. Kenaikan ini juga diikuti oleh harga TBS sawit mitra plasma yang meningkat sebesar Rp64,13 per kilogram, menjadikannya Rp395.063 per kilogram.

Kenaikan harga TBS ini merupakan kabar baik bagi petani sawit di Riau, yang merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia. Kenaikan harga TBS ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, mengingat sektor perkebunan sawit berkontribusi besar terhadap perekonomian Provinsi Riau.

Menurut data dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS untuk berbagai umur pohon juga mengalami penyesuaian. Untuk sawit umur 3 tahun, harga mencapai Rp3.077,61 per kilogram, sedangkan untuk sawit berumur 10-20 tahun, harga ditetapkan sebesar Rp3.928,74 per kilogram. Harga tertinggi tercatat untuk sawit berumur 9 tahun di angka Rp3.967,83 per kilogram.

Di sisi lain, harga referensi CPO juga menunjukkan tren positif dengan tarif bea keluar kini berada di angka US$148 per metrik ton. Kenaikan ini sejalan dengan permintaan global yang meningkat serta fluktuasi harga minyak sawit mentah di pasar internasional. Hal ini tentu menjadi perhatian penting bagi industri sawit Indonesia, yang sangat tergantung pada pasar ekspor.

Dari analisis terkini, proyeksi harga TBS dan CPO di Riau diprediksi akan tetap stabil jika tidak ada gangguan dalam produksi dan permintaan pasar. Kenaikan harga TBS diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan petani sawit dan mendorong pertumbuhan sektor perkebunan di kawasan ini. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait regulasi dan kebijakan yang dapat mempengaruhi daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.

Dengan kondisi pasar yang dinamis, penting bagi para pelaku industri sawit untuk terus memantau perkembangan harga dan kebijakan pemerintah. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Petani Sawit Riau, "Kenaikan harga TBS adalah berita baik, namun kita juga harus siap menghadapi tantangan di pasar global yang tidak menentu. Kesejahteraan petani harus tetap menjadi fokus utama."

Sumber: