Koperasi LISA Meningkatkan Produksi TBS Melalui Peremajaan Sawit Rakyat
.webp)
Seorang petani melakukan peremajaan sawit rakyat (PSR) dengan menanam kembali pohon kelapa sawit di lahan pertanian.
Koperasi Lempuing Indah Sejahtera (LISA) menunjukkan peningkatan produksi TBS berkat program peremajaan sawit rakyat, mencapai 19 ton TBS/ha/tahun pada 2025.
(2026/03/24) Koperasi Lempuing Indah Sejahtera (LISA) berhasil meningkatkan produksi tandan buah segar (TBS) melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Pada tahun 2025, koperasi ini mencatat angka produksi mencapai 19 ton TBS per hektar per tahun, melampaui target awal yang hanya 5-6 ton TBS per hektar.
Koperasi LISA, yang berlokasi di Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, dibangun oleh para petani secara mandiri tanpa melibatkan perusahaan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa petani dapat meningkatkan produktivitas kebun sawit mereka secara mandiri dengan pengelolaan yang baik dan dukungan dari program pemerintah.
Dalam kurun waktu tiga tahun, produksi TBS di kebun ini meningkat signifikan. Pada tahun pertama (TM-1) produksi tercatat 11 ton TBS/ha, kemudian meningkat menjadi 15 ton TBS/ha pada tahun kedua (TM-2), dan mencapai 19 ton TBS/ha di tahun ketiga (TM-3). Ini menunjukkan efektivitas program PSR dalam meningkatkan produksi kelapa sawit di tingkat petani.
- Harga TBS Sawit di Gorontalo Naik, Sementara Sumut Alami Penurunan (26 Maret 2026)
- Kebun Sawit KPPKS Diremajakan di Tengah Rencana Penyitaan Lahan (1 April 2026)
- Laba PTPN IV PalmCo Tumbuh 65% Berkat Modernisasi dan Digitalisasi (29 Maret 2026)
- Kali Biru: Destinasi Wisata Menarik di Kebun Sawit Manokwari (29 Maret 2026)
Program PSR yang dilaksanakan oleh pemerintah bertujuan untuk memperbaharui kebun sawit yang sudah tua dan tidak produktif, sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan para petani. Koperasi LISA adalah salah satu contoh sukses dari program ini, yang tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memberdayakan petani lokal untuk mengelola kebun mereka sendiri.
Keberhasilan koperasi ini berpotensi menjadi model bagi koperasi lain di Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Dengan peningkatan produksi yang signifikan, diharapkan koperasi dan petani dapat berkontribusi lebih besar terhadap pasokan minyak sawit nasional dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Di tengah tantangan dan isu yang dihadapi oleh industri sawit, seperti tekanan dari pasar internasional dan regulasi yang ketat, keberhasilan koperasi LISA menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan dukungan dari pemerintah, para petani dapat mengatasi kendala dan mencapai hasil yang memuaskan. βKita harus terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan dalam industri sawit,β ujar Ketua Koperasi LISA.
Sumber: