PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Targetkan Pertumbuhan Laba 80% di 2025

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menargetkan peningkatan laba bersih hingga 80% pada tahun 2025 melalui berbagai strategi investasi dan pengembangan.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) telah mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan laba bersihnya hingga 80% pada tahun 2025. Dalam upaya mencapai target tersebut, perusahaan berencana untuk meningkatkan produksi, memperkuat infrastruktur, serta menerapkan prinsip keberlanjutan yang lebih ketat dalam operasionalnya.
Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menyatakan bahwa perusahaan akan mengalokasikan anggaran belanja modal sebesar Rp 700 miliar pada tahun 2025. Dana ini akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pemeliharaan perkebunan, pembelian alat berat, perawatan mesin, serta pengembangan infrastruktur dan fasilitas pendukung di area perkebunan. “Investasi ini bertujuan untuk menunjang produktivitas pekerja, meningkatkan efisiensi biaya, dan menjaga kualitas serta kuantitas hasil produksi,” jelasnya.
SSMS optimis dapat mencapai target laba tersebut seiring dengan proyeksi kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) pada tahun 2025. Perusahaan percaya bahwa dengan strategi yang tepat dan komitmen terhadap keberlanjutan, mereka dapat meningkatkan daya saing di pasar global yang semakin ketat.
- Investasi Besar-Besaran untuk Pusat Pengolahan Avtur dari Jelantah (9 April 2026)
- Strategi Akuisisi PT Teladan Prima Agro: Langkah Besar Menuju Ekspansi di Industri Kelapa Sawit (22 Februari 2026)
- Investasi Hilirisasi Indonesia Melonjak 54,8% di Semester I 2025 (29 Juli 2025)
- Pengembangan Industri Sawit: Kerja Sama Internasional dan Investasi Lokal (22 Februari 2026)
Dalam konteks industri kelapa sawit Indonesia yang terus berkembang, langkah SSMS ini mencerminkan upaya yang lebih luas untuk mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan dan efisiensi dalam produksi. Hal ini sangat penting mengingat tantangan yang dihadapi oleh sektor ini, termasuk tekanan dari pasar internasional terkait isu lingkungan dan keberlanjutan.
Dengan adanya dukungan investasi yang signifikan dan strategi yang terarah, SSMS berharap dapat meningkatkan posisinya di industri dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional. Ketahanan dan keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia sangat bergantung pada kemampuan perusahaan-perusahaan seperti SSMS untuk beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi tantangan yang ada.
Sumber:
- PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk Targetkan Pertumbuhan Laba 80% di 2025 — Info Sawit (2024-12-29)