BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Teknologi & Inovasi

Perkembangan Terbaru Industri Sawit: Penjualan Saham, Teknologi Ramah Lingkungan, dan Kinerja Emiten

27 April 2026|Lo Kheng Hong Lego Saham SIMP
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Perkembangan Terbaru Industri Sawit: Penjualan Saham, Teknologi Ramah Lingkungan, dan Kinerja Emiten

Logo Musim Mas Group terlihat di tengah lahan kelapa sawit yang luas, mencerminkan kekuatan perusahaan di industri ini.

Pada 2026/04/27, industri sawit Indonesia menyaksikan berbagai perkembangan, mulai dari penjualan saham oleh Lo Kheng Hong hingga inovasi teknologi ramah lingkungan.

(2026/04/27) Industri sawit Indonesia menyaksikan berbagai perkembangan signifikan, mulai dari penjualan saham oleh investor kawakan hingga inovasi teknologi ramah lingkungan. Lo Kheng Hong, investor ternama, menjual 8.189.500 lembar saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) pada 14 April 2026, mengurangi kepemilikannya menjadi 4,97% dari sebelumnya 5,03%.

Penjualan saham ini dilakukan dalam dua tahap dengan harga masing-masing Rp 925 dan Rp 920 per saham, menghasilkan dana segar sebesar Rp 7,54 miliar. Lo Kheng Hong sebelumnya agresif membeli saham SIMP pada pertengahan tahun lalu, di tengah kenaikan harga saham SIMP yang melonjak 49% sejak awal tahun dan 111% dalam setahun terakhir.

Di Yogyakarta, Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) dan PT Nusantara Green Energy memulai pembangunan pabrik kelapa sawit berteknologi Steamless Palm Oil Technology (SPOT) yang ramah lingkungan. Teknologi ini menghilangkan penggunaan uap panas, menggantinya dengan udara panas, sehingga tidak menghasilkan limbah cair.

Pabrik ini dirancang untuk mendukung inovasi pengolahan sawit yang lebih efisien dan ramah lingkungan, serta berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa di Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta. Teknologi ini juga mengurangi emisi gas rumah kaca dan konsumsi air.

PT Agrinas Palma Nusantara berfokus pada peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiardjo, menekankan pentingnya percepatan PSR untuk mengatasi dominasi tanaman tua yang mencapai 40% dari total luas perkebunan rakyat.

Sementara itu, PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) melaporkan kenaikan laba bersih sebesar 16,92% menjadi Rp 430,43 miliar pada kuartal I/2026, didorong oleh pertumbuhan pendapatan dari segmen minyak sawit mentah. Meski demikian, segmen produk perkayuan dan energi terbarukan mengalami penurunan pendapatan.

Ke depan, inovasi teknologi seperti traktor autonomous dan kolaborasi akademis-industri diharapkan dapat terus mendorong efisiensi dan keberlanjutan dalam industri sawit, sekaligus menjawab tantangan produktivitas dan lingkungan yang dihadapi sektor ini.

Sumber: