Prabowo Soroti Kelangkaan Minyak Goreng di Tengah Dominasi Sawit Indonesia

Prabowo memberikan pidato di Brussels untuk membahas industri kelapa sawit Indonesia dan isu-isu terkait.
Presiden Prabowo Subianto mengekspresikan keheranannya atas kelangkaan minyak goreng di Indonesia, meskipun negara ini merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia.
(2025/07/23) Indonesia menyaksikan pernyataan mencolok dari Presiden Prabowo Subianto terkait kelangkaan minyak goreng yang terjadi di dalam negeri. Dalam acara Hari Lahir ke-27 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Prabowo mengungkapkan kebingungannya mengapa minyak goreng bisa hilang dari pasaran, sementara Indonesia dikenal sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia.
Prabowo menegaskan bahwa situasi ini sangat aneh dan tidak dapat diterima. "Bagaimana bisa Indonesia yang merupakan produsen minyak goreng dan kelapa sawit terkemuka di dunia, tetapi di negara sendiri minyak goreng hilang? Ini adalah suatu bentuk ketidakadilan," ujarnya dengan nada jengkel. Menurutnya, produksi minyak goreng adalah aspek penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga harus ada perhatian serius terhadap masalah ini.
Lebih lanjut, Prabowo menyalahkan perilaku segelintir pengusaha yang ia sebut menganut mazhab ekonomi yang serakah, yang ia istilahkan sebagai "Serakahnomics". Dalam pandangannya, pengusaha-pengusaha ini hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpa memperhatikan dampak terhadap masyarakat luas. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo bahkan menyarankan agar universitas-universitas di Indonesia membuka jurusan baru yang fokus pada studi ekonomi yang ia sebut Serakahnomics, sebagai kritik terhadap praktik bisnis yang merugikan rakyat kecil.
- Tantangan Minyak Goreng: Kecurangan dan Kebijakan di Tengah Harga yang Berbeda (22 Februari 2026)
- Harga CPO Turun, Mendag Pastikan Stabilitas Minyak Goreng (13 Maret 2026)
- Kementerian Perdagangan Tindak Tegas Pelanggaran Takaran MinyaKita (22 Februari 2026)
- Kenaikan Harga Minyak Goreng: Tantangan dan Solusi di Pasar Kelapa Sawit Indonesia (22 Februari 2026)
Prabowo mencontohkan situasi hilangnya minyak goreng dari pasaran sebagai manifestasi dari perilaku serakah ini. Ia menilai bahwa tindakan pengusaha yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat adalah bentuk kejahatan ekonomi. "Ini adalah masalah serius yang perlu kita hadapi bersama," tegasnya. Pernyataan ini mencerminkan keresahan yang mendalam terhadap kondisi perekonomian Indonesia, terutama dalam hal ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Ketidakberdayaan masyarakat dalam mendapatkan minyak goreng yang menjadi kebutuhan sehari-hari, sementara Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, menjadi perhatian mendesak bagi pemerintah. Prabowo mengajak semua pihak untuk lebih peduli dan bertanggung jawab dalam menjalankan usaha, agar tidak hanya menguntungkan diri sendiri tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas.
Melalui pernyataan tegasnya ini, Prabowo berharap agar pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng dan memperbaiki tata kelola produksi serta distribusi di sektor ini. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk menciptakan perekonomian yang adil dan berkelanjutan.
Sumber:
- Prabowo Heran Minyak Goreng Langka, padahal RI Produsen Sawit Terbesar โ Kompas (2025-07-23)
- Prabowo Bicara RI Produsen Sawit tapi Minyak Goreng Hilang: Ini Kurang Ajar โ Detik (2025-07-23)