BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Perkembangan Harga TBS dan Inisiatif Pertanian Berkelanjutan di Indonesia

22 Februari 2026|Harga TBS dan pertanian berkelanjutan
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Perkembangan Harga TBS dan Inisiatif Pertanian Berkelanjutan di Indonesia

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di berbagai provinsi menunjukkan tren fluktuatif, sementara inisiatif pertanian berkelanjutan semakin diperkuat oleh perusahaan perkebunan.

Perkembangan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Indonesia menunjukkan variasi yang signifikan. Pada periode 7-13 Februari 2025, harga TBS di Provinsi Jambi meningkat sebesar Rp 67,15 per kilogram menjadi Rp 3.366,80 per kilogram untuk sawit berusia 10 hingga 20 tahun. Hal ini merupakan kabar baik bagi para petani sawit di daerah tersebut, dengan harga TBS untuk berbagai kategori umur tanaman juga mengalami penyesuaian, mulai dari Rp 2.629,03 per kilogram untuk sawit berusia 3 tahun hingga Rp 3.116,67 per kilogram untuk sawit berusia 25 tahun.

Di sisi lain, di Provinsi Kalimantan Tengah, harga TBS pada periode 16 hingga 31 Januari 2025 ditetapkan sebesar Rp 3.152,62 per kilogram. Rapat penetapan ini dipimpin oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, yang juga menyatakan bahwa harga CPO (Crude Palm Oil) mencapai Rp 13.628,93 per kilogram. Meskipun harga TBS Kalteng lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa provinsi lain, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga kestabilan harga di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.

Sementara itu, di Pulau Bangka Belitung, harga TBS produksi petani mitra plasma mengalami penurunan yang signifikan, dengan penurunan berkisar antara Rp 103 hingga Rp 126 per kilogram. Penurunan ini terjadi pada berbagai kategori usia tanaman, dengan yang paling terpengaruh adalah sawit berusia 10 hingga 20 tahun. Penurunan harga ini tentu menjadi perhatian bagi para petani yang bergantung pada pendapatan dari hasil sawit mereka.

Dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam sektor pertanian, Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo telah memperluas program Tanam Padi PTPN (TAMPAN). Program ini dirancang untuk mendukung petani sawit yang berpartisipasi dalam peremajaan sawit rakyat (PSR), dengan penerapan metode intercropping atau tumpang sari padi di areal PSR di Jambi. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan dan pada saat yang sama mendukung ketahanan pangan nasional.

Di tengah tantangan yang dihadapi sektor pertanian, seperti perubahan iklim dan degradasi sumber daya alam, penting bagi pelaku industri untuk mengadopsi pendekatan berbasis nexus yang integratif. Pendekatan ini dapat menciptakan sinergi antara produksi pertanian, konservasi sumber daya, dan keberlanjutan ekonomi. Di sebuah orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof Setyo Pratiwi dari IPB University, ia menekankan perlunya transformasi holistik menuju pertanian berbudaya industri yang mengintegrasikan teknologi dan manajemen modern.

Dengan adanya berbagai inisiatif dan penyesuaian harga, diharapkan sektor kelapa sawit Indonesia dapat terus beradaptasi dan berkembang, memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani dan masyarakat luas.

Sumber:

  • Harga TBS Sawit Jambi Periode 7-13 Februari 2025 Naik Rp 67,15 per Kg โ€” Info Sawit (2025-02-07)
  • Harga TBS Kaltim Periode 16 โ€“ 31 Januari 2025 Sebesar Rp3.152,62 per Kg โ€” Sawit Indonesia (2025-02-07)
  • Lumayan Dalam Penurunan Harga TBS Mitra Plasma Babel Periode I Februari 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-02-07)
  • PTPN IV PalmCo Memperluas Cakupan Program Tanam Padi PTPN โ€” Sawit Indonesia (2025-02-07)
  • Pendekatan Berbasis Nexus Menjadi Solusi Integratif Pertanian โ€” Sawit Indonesia (2025-02-07)