BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Pergerakan Harga Kelapa Sawit dan Minyakita di Indonesia: Tren Penurunan di Tengah Kenaikan CPO

23 Februari 2026|Tren Harga Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Pergerakan Harga Kelapa Sawit dan Minyakita di Indonesia: Tren Penurunan di Tengah Kenaikan CPO

Pabrik kelapa sawit ini menghasilkan limbah POME yang mencemari lahan, menunjukkan dampak negatif industri terhadap lingkungan.

Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau mengalami penurunan, meskipun harga minyak sawit mentah (CPO) menunjukkan tren yang berbeda. Hal ini menambah kompleksitas pasar kelapa sawit di Indonesia.

Pergerakan harga kelapa sawit di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, menunjukkan tren penurunan yang mencolok. Hal ini terjadi meskipun harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami sedikit kenaikan. Penetapan harga terbaru oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau menunjukkan bahwa harga tandan buah segar (TBS) untuk periode 11 hingga 17 Juni 2025 tercatat turun menjadi Rp3.311,98 per kilogram, mengalami penurunan sebesar 3,36% dari harga sebelumnya.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, penurunan harga TBS kelapa sawit ini terutama dipengaruhi oleh hasil kajian dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan yang digunakan dalam penetapan harga. Pada kelompok umur tanaman sawit 9 tahun, harga TBS mengalami penurunan tertinggi sebesar Rp115,30 per kilogram.

Di sisi lain, harga minyak sawit mentah (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mengalami penurunan tipis sebesar 0,11%, menjadi Rp13.328 per kilogram. Meskipun demikian, harga CPO di Bursa Malaysia tetap berada dalam kisaran ketat, yang menunjukkan adanya permintaan yang stabil meskipun kondisi pasar domestik menunjukkan gejala berbeda.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa harga Minyakita di 432 kabupaten/kota di Indonesia masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Kabupaten Pegunungan Bintang, misalnya, mencatat harga tertinggi Minyakita mencapai Rp50.000 per liter. Ini menunjukkan adanya ketidakmerataan harga yang signifikan di berbagai daerah, meskipun ada beberapa daerah yang harga Minyakitanya sesuai atau di bawah HET.

Meski ada penurunan harga TBS dan ketidakstabilan harga Minyakita, para petani dan pelaku industri kelapa sawit harus tetap waspada terhadap dinamika pasar yang terus berubah. Penetapan harga yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau merupakan upaya untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan petani dan kondisi pasar yang lebih luas.

Dengan kondisi pasar yang fluktuatif ini, pelaku industri diharapkan dapat beradaptasi dan mengembangkan strategi yang tepat agar tetap dapat beroperasi secara efisien. Keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia tidak hanya bergantung pada harga, tetapi juga pada kebijakan pemerintah dan permintaan global yang terus berubah.

Sumber:

  • Harga Sawit Riau Pekan Ini Turun jadi Rp3.311,98 per Kilogram โ€” Bisnis Indonesia (2025-06-10)
  • Harga Minyakita di 432 Kabupaten per Kota di atas HET โ€” Sawit Indonesia (2025-06-10)
  • Meski CPO Naik, Harga TBS Sawit Riau Justru Turun, Ini Penjelasan Disbun โ€” Media Center Riau (2025-06-10)
  • Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Selasa (10 per 6), Harga CPO di Bursa Malaysia Ketat โ€” Info Sawit (2025-06-10)
  • Usai Libur Panjang, Ini Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 10 Juni 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-06-10)