Penurunan Harga TBS dan Upaya Peremajaan Sawit di Indonesia

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengalami penurunan di Riau, sementara upaya peremajaan sawit dan diversifikasi tanaman turut menjadi fokus untuk meningkatkan produktivitas.
Indonesia tengah menghadapi tantangan dalam industri kelapa sawit, khususnya terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) yang mengalami penurunan. Menurut pengumuman dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS untuk mitra swadaya ditetapkan sebesar Rp 3.435,15 per kg, mengalami penurunan signifikan sebesar 4,96% dari minggu sebelumnya. Penetapan ini merupakan hasil dari rapat yang diadakan pada 14 Januari 2025 dan menggunakan tabel rendemen harga baru dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.
Dalam waktu bersamaan, harga TBS untuk mitra plasma juga mengalami penurunan. Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, mengungkapkan bahwa harga TBS untuk kelompok umur 9 tahun turun sebesar Rp 108,69/kg, menjadi Rp 3.462,33/kg. Penurunan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi para petani dalam mempertahankan pendapatan mereka di tengah fluktuasi harga.
Di tengah dinamika penurunan harga TBS, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan dukungan terhadap program peremajaan sawit rakyat yang dicanangkan oleh pemerintah. GAPKI menilai bahwa peremajaan ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas yang stagnan selama beberapa tahun terakhir. Dengan luas lahan sawit di Indonesia mencapai 15,93 juta hektare, rendahnya produktivitas tanaman tua menjadi penghalang utama bagi peningkatan hasil panen.
- Harga TBS Sawit Riau Naik Menjadi Rp 3.950,63 per Kg di Awal April 2026 (31 Maret 2026)
- Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000 (31 Maret 2026)
- Harga TBS Sawit Sumut Terkoreksi Tipis, CPO Turun ke Rp14.999 (29 Maret 2026)
- Harga Sawit Jambi Mencapai Rp3.669 per Kg di Pabrik (30 Maret 2026)
Selain itu, upaya diversifikasi tanaman juga tak kalah penting. Di Riau, sebuah perusahaan kelapa sawit swasta berinisiatif berkontribusi pada program penanaman jagung nasional demi mendukung swasembada pangan. PT Tasma Puja memfokuskan penanaman jagung di lahan mereka, dengan harapan dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memberikan alternatif pendapatan bagi petani.
Dalam konteks pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, mahasiswa dari Universitas Malikussaleh (Unimal) juga mendapatkan pengalaman langsung dalam budidaya kelapa sawit dan kakao di PT Hasfarm Sukokulon Betinga Estate. Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan keterampilan yang lebih baik kepada generasi muda dalam industri perkebunan.
Kementerian Pertanian juga mendorong integrasi pertanian dan perkebunan melalui program khusus yang melibatkan tanaman padi gogo di lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Program ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi lahan yang ada dan meningkatkan pendapatan petani, dengan harapan mendukung swasembada pangan nasional.
Secara keseluruhan, meskipun industri kelapa sawit menghadapi tantangan harga yang menurun, berbagai inisiatif dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi menunjukkan komitmen untuk memajukan sektor ini sambil tetap berkontribusi terhadap kebutuhan pangan nasional.
Sumber:
- Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Swadaya Sebesar Rp 3.435,15 per kg โ Sawit Indonesia (2025-01-15)
- Harga TBS Mitra Plasma Periode 15 โ 21 Januari 2025 Turun 3,04% โ Sawit Indonesia (2025-01-15)
- Mahasiswa Unimal Belajar Budidaya Sawit dan Kakao di PT Hasfarm Langkat โ Hai Sawit (2025-01-15)
- GAPKI Dukung Pemerintah Siapkan Langkah Percepatan Peremajaan Sawit โ Hai Sawit (2025-01-15)
- Perusahaan Kelapa Sawit di Riau Jadi Pusat Penanaman Jagung untuk Swasembada Pangan โ Media Perkebunan (2025-01-15)
- Koperasi Limantaka Integrasikan Padi Gogo Metode Tumpang Sisip di Lahan PSR 75 Ha โ Sawit Indonesia (2025-01-15)