Pemerintah Siapkan B60 Setelah B50, ESDM Catat Indonesia Bebas Impor CN48

Acara uji pengenalan bahan bakar B50 untuk mesin diesel di Jakarta.
Pemerintah targetkan mulai implementasi B60 tahun depan setelah B50 dihargai mampu hentikan impor CN48; kesiapan pasokan CPO dan industri FAME dikaji intensif.
(2026/09/02) Pemerintah menargetkan mulai menjalankan program biodiesel B60 tahun depan setelah implementasi B50 dinilai berhasil menghentikan impor solar CN48.
Langkah percepatan B60 merupakan kelanjutan dari kebijakan B50 yang resmi diterapkan tahun ini, yang menurut Kementerian ESDM sudah mencapai penyaluran rata-rata 80% secara nasional dan lebih dari 90% pada saluran Pertamina dalam dua bulan pertama.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, mengatakan arahan peningkatan campuran FAME ke level 60% adalah instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor BBM. Yuliot menyatakan pemerintah tengah mengoordinasikan kesiapan dari hulu hingga hilir, termasuk evaluasi pasokan CPO, penanaman tambahan, dan peningkatan produktivitas pada tingkat hulu.
- Indonesia Siap Terapkan B50 untuk Semua Sektor Mulai Juli 2026 (27 April 2026)
- Pemerintah Resmi Luncurkan Mandatori B50, Klaim Hentikan Impor Solar dan Dongkrak Nilai Tambah CPO (10 Juli 2026)
- Kebijakan B50 Dimulai 1 Juli 2026, Apa Dampaknya bagi Pasokan Minyak Goreng? (23 April 2026)
- Pengemudi Lapangan Catat B50 Lancar, Pengamat Sebut Tata Kelola Perlu Diperkuat (2 Agustus 2026)
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyebutkan implementasi B50 menjadi bukti kemandirian energi dengan menghentikan impor CN48. Menurut Eniya, kombinasi 50% FAME telah tercatat sebagai rekor dunia dan menjadi rujukan internasional; ia menyampaikan bahwa data uji jalan enam bulan dibuka secara transparan kepada publik sebagai "scientific proof".
Eniya juga mengonfirmasi upaya percepatan uji coba B60 dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan industri terkait. Dalam pernyataannya, ia menyebut saat ini diskusi percepatan uji coba dilakukan berbarengan dengan proses implementasi B50 dan bahwa kesiapan uji-uji telah mulai meningkat setelah peluncuran B50.
Peran industri hilir tercermin dari keterlibatan PT Pertamina Patra Niaga; Direktur Optimasi Hilir & Distribusi Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, menyatakan Pertamina memperkuat fasilitas blending, pengendalian mutu, dan distribusi B50. Pertamina menerima FAME dari Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN) melalui kapal laut, mobil tangki, dan pipa terminal sebelum penyimpanan di tangki khusus, menurut keterangan yang disampaikan dalam acara EBTKE ConEx 2026.
Untuk mendukung transisi ke B60, Yuliot menekankan perlunya peningkatan kapasitas industri FAME dan konsolidasi pasokan CPO di hulu, termasuk penanaman tambahan atau peningkatan produktivitas. Jadwal implementasi B60 ditargetkan mulai tahun depan, sementara Kementerian ESDM dan pemangku kepentingan terus melakukan evaluasi kesiapan teknis dan rantai pasok.
Sumber:
- Usai B50, Pemerintah Kejar Target Mulai Program B60 Tahun Depan โ Detik
- Cetak Rekor Dunia, Indonesia Bebas Impor Solar Lewat B50 โ Liputan6
- Datapublished Embed: Menteri ESDM: Implementasi B50 Kerek Nilai Tambah CPO โ databoks.katadata.co.id
- Cetak Rekor Dunia, Indonesia Sukses Terapkan B50 dan Hentikan Impor Solar โ Sawit Indonesia