Limbah Pabrik Sawit Muratara Diolah jadi BioCNG, Gas Dikirim ke Jawa Lewat Jaringan PGN

Pabrik hilirisasi sawit ini berfungsi untuk meningkatkan nilai tambah produk kelapa sawit di Indonesia.
Proyek pemanfaatan POME di Musi Rawas Utara mengubah metana limbah menjadi BioCNG yang diinjeksikan ke jaringan PGN dan disuplai ke pelanggan di Pulau Jawa.
(2026/10/06) Pemerintah daerah dan perusahaan swasta di Musi Rawas Utara mulai memanfaatkan limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) untuk menghasilkan BioCNG yang akan disalurkan ke jaringan PGN di Pagardewa dan dipasok kepada pelanggan di Pulau Jawa.
POME selama ini dikenal berwarna cokelat gelap dan berbau tajam; jika tidak dikelola dengan baik limbah ini dapat mencemari badan air dan menurunkan kadar oksigen terlarut yang mengganggu ekosistem perairan. Inisiatif pengolahan POME menjadi bahan bakar gas hadir sebagai solusi yang mengubah potensi pencemaran menjadi sumber energi terbarukan.
Bupati Muratara Devi Suhartoni menyambut positif proyek tersebut dan mengatakan bahwa inovasi ini dapat mengubah masalah lingkungan menjadi sumber energi bernilai ekonomi. "Ini sangat bagus. Energi terbarukan dari sampah merupakan ide yang brilian. Limbah yang sebelumnya dianggap mengganggu dan hanya dipandang sebagai masalah, tetapi sekarang bisa diolah menjadi energi yang bermanfaat dan memiliki nilai tinggi," ujar Devi pada Senin (5/10/2026).
- Anggota DPRD Mempawah Diduga Membakar Lahan untuk Tanam Sawit, HMI Desak Pemeriksaan (21 September 2026)
- Strategi Industri Sawit Indonesia untuk Kelestarian Lingkungan dan Ekonomi (13 April 2026)
- Industri Sawit Tunjukkan Komitmen pada Ekonomi Hijau dan Efisiensi Air (17 April 2026)
- Tata Kelola Sawit Turunkan Emisi, Kedelai Picu Kerusakan Biodiversitas (18 April 2026)
Director of Operations SIPEF Jonathan Fun menjelaskan latar operasional yang berubah: sebelumnya metana dari limbah cair ditangkap lalu dilakukan flaring, tetapi dengan fasilitas BioCNG gas tersebut kini diolah menjadi bahan bakar terbarukan. Menurut Jonathan, proyek ini memungkinkan SIPEF memanfaatkan sumber daya yang sudah dimiliki secara lebih optimal dan membantu pihak lain dalam mencapai tujuan dekarbonisasi mereka.
Alur pasokan yang dibangun menghubungkan fasilitas pengolahan di Muratara ke titik injeksi PGN di Pagardewa; dari titik injeksi itu gas diteruskan melalui pipa eksisting ke pelanggan di Pulau Jawa. Hadirnya fasilitas pengolahan POME menjadi BioCNG juga membuka peluang bagi Muratara untuk menjadi salah satu pusat pengembangan energi terbarukan berbasis limbah di Sumatera Selatan, sekaligus menambah nilai ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk samping pabrik sawit.
Pelaksanaan proyek juga diharapkan mengurangi praktik flaring yang selama ini dilakukan pada gas metana limbah, sehingga ada potensi penurunan emisi operasional dari pabrik kelapa sawit yang terlibat. Bupati Devi menambahkan bahwa inovasi ini perlu terus didorong dan dipromosikan agar semakin dikenal masyarakat dan menjadi katalis bagi terobosan pengelolaan lingkungan di daerah.
Dengan fasilitas BioCNG beroperasi, Muratara tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah penghasil dan pengolahan komoditas kelapa sawit; daerah ini kini memiliki fasilitas yang mengolah limbah menjadi bahan bakar yang dapat disalurkan ke jaringan gas nasional. Rencana pengiriman gas ke Jawa melalui jalur PGN sudah dirancang melalui titik injeksi di Pagardewa dan distribusi memakai jaringan pipa yang tersedia.
Sumber: