Komisi II DPRD Kalsel Dorong Integrasi Sawit-Sapi untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Bibit sawit muda baru ditanam di lahan replanting dengan tunggul sawit tua di latar, melambangkan program peremajaan sawit rakyat (PSR).
Komisi II DPRD Kalsel mendorong pengembangan integrasi perkebunan sawit dan peternakan sapi bersama Astra Agro untuk memenuhi kebutuhan daging Tabalong yang diperkirakan lebih dari 4.000 ekor/tahun.
(2026/09/14) Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong pengembangan integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah setelah melakukan kunjungan kerja ke PT Astra Agro Lestari Tbk pada 11 September 2026.
Rombongan dipimpin Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel H. Jahrian, S.E., dan melibatkan sejumlah anggota Komisi II serta perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel dalam kunjungan dan diskusi dengan manajemen Astra Agro. Tujuan utama kunjungan adalah menggali peran sektor swasta dalam mendukung ketersediaan pangan dan protein hewani di daerah, khususnya di Kabupaten Tabalong.
PT Astra Agro Lestari Tbk menyampaikan data sebaran ternak sapi di kawasan perkebunan kelapa sawit mencapai sekitar 2.500 hektare, sementara Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tabalong mencatat populasi sapi di wilayah tersebut sekitar 3.600 ekor. Angka-angka ini menjadi dasar pembahasan karena kebutuhan daging sapi masyarakat Tabalong diperkirakan lebih dari 4.000 ekor per tahun.
- Bareskrim Tahan Dirut PT MMS Tersangka Under Invoicing Ekspor Sawit (27 Juni 2026)
- Kementan Perkuat Integrasi Peternakan dan Perkebunan untuk Pangan RI (9 April 2026)
- GAPKI dorong penegakan hukum dan integrasi data untuk perkuat tata kelola ekspor sawit (18 September 2026)
- DSI Mulai Beroperasi: Platform Diluncurkan 1 September, Akan Kenakan Biaya Tata Kelola (25 Agustus 2026)
Pembahasan berfokus pada upaya meningkatkan populasi dan produktivitas ternak melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat. Administratur PT Astra Agro Lestari Tbk, Pandu Setiawan, mengatakan perusahaan melihat integrasi sawit dan sapi sebagai bagian dari pengelolaan perkebunan berkelanjutan dan membuka peluang pengembangan sistem peternakan yang lebih efektif di kawasan perkebunan.
Pandu menyebutkan kemungkinan penerapan kandang elektrik di Tabalong sebagai salah satu langkah untuk membuat pengelolaan peternakan lebih efektif dan efisien, serta menyatakan perusahaan akan membahas masukan dari Komisi II dan dinas terkait dengan manajemen pusat. Dari pertemuan itu, menurut Pandu, banyak masukan yang akan dijadikan bahan koordinasi lanjutan untuk memaksimalkan program integrasi.
Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi, mendorong perusahaan segera menyiapkan sistem pengelolaan peternakan yang lebih terintegrasi khususnya untuk ternak yang dikelola masyarakat di dalam area perkebunan sawit milik Astra Agro Lestari. H. Jahrian menegaskan bahwa pengembangan perkebunan dan peternakan harus berjalan dengan memperhatikan prinsip keberlanjutan dan penguatan produksi pangan tidak cukup hanya dengan menambah jumlah ternak.
Rencana tindak lanjut yang disebutkan dalam pertemuan meliputi koordinasi lebih lanjut antara manajemen pusat Astra Agro, Komisi II DPRD Kalsel dan dinas terkait untuk merumuskan sistem pengelolaan peternakan yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan memenuhi kebutuhan daging di Tabalong. Rencana itu akan dibahas lebih lanjut dalam komunikasi internal perusahaan dan forum koordinasi pemerintah daerah.
Sumber: