Kementan Perkuat Integrasi Peternakan dan Perkebunan untuk Pangan RI

Inisiatif Siemens dalam digitalisasi sawit mendukung Siprosatu dan Satu Data Sawit di Indonesia melalui peluncuran X’perience Center Jakarta.
Kementerian Pertanian memperkuat integrasi peternakan dan perkebunan melalui Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit untuk meningkatkan efisiensi sektor pangan di Indonesia.
(2026/04/09) Kementerian Pertanian (Kementan) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat integrasi antara peternakan dan perkebunan melalui penerapan Sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (SISKA). Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam sektor pangan di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan pangan yang semakin kompleks.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa program SISKA bertujuan untuk mengoptimalkan lahan perkebunan kelapa sawit dengan memanfaatkan sapi sebagai komponen tambahan dalam sistem produksi. Dengan mengintegrasikan kedua sektor ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak serta memastikan ketersediaan pangan yang lebih baik.
Dalam konteks ini, integrasi antara peternakan dan perkebunan bukan hanya sekedar upaya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan. Dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit sebagai pakan ternak, SISKA dapat mengurangi biaya produksi dan pada saat yang sama meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
- Industri Sawit Terapkan Prinsip CRBP untuk Perlindungan Pekerja dan Anak (28 Maret 2026)
- Kebijakan Sawit Berkelanjutan di Tengah Tantangan Pajak dan Ekspor (12 Maret 2026)
- Riau Kembangkan Integrasi Sawit-Sapi untuk Ketahanan Pangan dan Ekosistem (8 April 2026)
- Nasionalisasi Sawit dan Tantangan Pengawasan Jalan Umum di Indonesia (6 Maret 2026)
Selain itu, program ini diharapkan dapat memperkuat posisi peternak rakyat dalam rantai industri peternakan nasional. Kementerian Pertanian berkomitmen untuk memastikan bahwa manfaat dari hilirisasi dan integrasi ini dapat dirasakan langsung oleh para peternak, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan produksi pangan nasional.
SISKA juga mencerminkan upaya pemerintah dalam mendorong kolaborasi antara sektor pertanian dan peternakan, yang selama ini berjalan terpisah. Dengan adanya sinergi ini, diharapkan hasil dari kedua sektor tersebut dapat saling mendukung dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Ke depan, Kementan akan terus memantau dan mengevaluasi implementasi program ini untuk memastikan bahwa tujuan peningkatan efisiensi dan produktivitas dapat tercapai. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di daerah-daerah yang bergantung pada sektor pertanian dan peternakan.
Seiring dengan perkembangan kebijakan ini, penting bagi semua pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam mendukung integrasi ini. Dengan kerja sama yang baik antara petani, peternak, dan pemerintah, Indonesia dapat menciptakan sistem pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Sumber: