Gubernur Sumsel Dorong Peningkatan Produktivitas dan Sertifikasi Sawit

Gambar menunjukkan proses produksi biodiesel sawit dengan variasi campuran B40 dan B50 dari minyak kelapa sawit.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mendorong peningkatan produktivitas industri sawit dan pentingnya sertifikasi ISPO untuk tata kelola yang lebih baik.
(2026/04/16) Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menekankan pentingnya lompatan produktivitas dalam industri kelapa sawit di tengah tantangan global. Dalam pembukaan Andalas Forum VI, ia mengungkapkan bahwa sawit tetap menjadi pilar ekonomi Sumsel dan memerlukan strategi yang lebih efisien untuk memenuhi permintaan global, terutama dalam program biodiesel B50 yang diproyeksikan membutuhkan 16 juta ton minyak sawit.
Herman Deru menyatakan bahwa forum ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang mendukung kemajuan petani serta perusahaan sawit. Dengan tantangan yang dialami industri, seperti isu produktivitas dan keamanan, rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi. Ia menekankan bahwa sawit adalah kunci ketahanan ekonomi Sumsel meskipun di tengah ketidakpastian global.
Dalam konteks ini, pertumbuhan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) juga menjadi fokus penting. Luas areal perkebunan kelapa sawit bersertifikat ISPO meningkat menjadi 5,19 juta hektar pada 2022. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dan pelaku usaha dalam meningkatkan standar keberlanjutan industri sawit, baik melalui skema mandatori ISPO maupun sertifikasi sukarela RSPO.
- Pemprov Kalsel dan BPDPKS Optimalkan Penyaluran Dana Peremajaan Sawit 2026 (3 April 2026)
- Mendag Panggil Eksportir Sawit Amid Konflik Global dan Kasus Korupsi (5 Maret 2026)
- Kejagung Tuntaskan Kasus Korupsi CPO dan Perkuat ISPO di Industri Sawit (6 Maret 2026)
- Reformasi Kebijakan Sawit: Dari Keberlanjutan hingga Infrastruktur (8 Maret 2026)
Standar keberlanjutan ini penting untuk menjaga reputasi industri sawit Indonesia di mata dunia. Dengan adanya sertifikasi, diharapkan produsen dapat memenuhi ekspektasi konsumen yang semakin peduli terhadap dampak lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat tata kelola industri yang ramah lingkungan.
Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa peningkatan sertifikasi ISPO dapat berkontribusi dalam menarik pasar global yang lebih luas. Dengan lebih banyak perkebunan yang bersertifikat, industri sawit Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di pasar internasional, yang sangat penting mengingat tantangan yang dihadapi oleh sektor ini saat ini.
Penting untuk dicatat bahwa upaya untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan harus dilakukan secara bersamaan. "Kita harus bisa beradaptasi dengan perubahan zaman dan tuntutan pasar yang terus berkembang," ujar Herman Deru, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam mencapai tujuan tersebut.
Sumber:
- Gubernur Sumsel Dorong Lompatan Produktivitas, Industri Sawit Diminta Jaga Keseimbangan Tata Kelola โ Hortus
- Gubernur Sumsel Berpesan Andalas Forum VI Hasilkan Rekomendasi Strategis Bagi Industri Sawit โ Sawit Indonesia
- Fakta Pertumbuhan Sertifikasi ISPO Buktikan Tata Kelola Sawit Indonesia Makin Hijau โ