Kenaikan Harga TBS di Riau dan Dampaknya Terhadap Pasar Kelapa Sawit

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Riau memberi angin segar bagi petani, sementara harga referensi minyak sawit mengalami penurunan yang berpotensi memengaruhi pasar global.
Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau pada periode 5 hingga 11 Maret 2025 menjadi kabar baik bagi para petani. Dinas Perkebunan Riau mengumumkan bahwa harga TBS untuk mitra swadaya meningkat menjadi Rp 3.658,61 per kilogram, dengan kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok umur 9 tahun, yakni sebesar Rp 37,65 per kilogram atau setara dengan 1,04 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Ini merupakan hasil rapat penetapan harga yang dilaksanakan pada 4 Maret 2025.
Peningkatan harga ini tidak hanya bermanfaat bagi petani swadaya, tetapi juga bagi mitra plasma, di mana harga TBS ditetapkan mencapai Rp 3.713,64 per kilogram. Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, menyatakan bahwa penetapan harga ini didasarkan pada kajian terbaru dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit di daerah tersebut.
Sementara itu, dalam konteks yang lebih luas, pasar minyak sawit global menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Harga referensi minyak sawit atau crude palm oil (CPO) untuk periode Maret 2025 mengalami penurunan, tercatat sebesar 954,50 dollar AS per metrik ton, turun sebesar 0,10 persen dari bulan sebelumnya. Penurunan ini dekat dengan ambang batas harga yang dapat memicu kebijakan bea keluar dan pungutan ekspor dari pemerintah.
- Harga CPO KPBN Naik 1,09% pada 1 April 2026, B50 Jadi Penyebab Utama (1 April 2026)
- Harga TBS Sawit Melorot di Sumut dan Naik di Kalbar Pasca Lebaran (26 Maret 2026)
- Harga CPO Naik 0,88% di Tengah Produksi Sawit yang Melambat (30 Maret 2026)
- Harga CPO dan TBS Sawit di Sumut Turun, Proyeksi Masa Depan Menarik (25 Maret 2026)
Dalam situasi ini, Direktur Utama Golden Agri-Resources, Franky Widjaja, mengimbau para investor di pasar modal untuk tidak melakukan panic selling. Ketidakpastian global kerap mempengaruhi pergerakan pasar saham di Indonesia, termasuk saham-saham yang berhubungan dengan kelapa sawit. Imbauan ini penting untuk menjaga stabilitas pasar, terutama di tengah fluktuasi harga yang terjadi.
Dengan adanya kenaikan harga TBS di Riau, diharapkan para petani dapat merasakan dampak positifnya dalam hal pendapatan. Namun, penurunan harga referensi CPO yang berkelanjutan dapat memberikan tantangan tersendiri bagi industri kelapa sawit secara keseluruhan. Dalam menghadapi situasi ini, koordinasi yang baik antara pemerintah, petani, dan pelaku industri sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan sektor ini.
Sumber:
- Harga TBS Kelapa Sawit Swadaya di Riau Naik, Petani Sawit Semakin Diuntungkan โ Media Center Riau (2025-03-04)
- Video Bos Emiten Sawit Imbau Investor Pasar Modal Tak Panic Selling โ CNBC (2025-03-04)
- Harga Referensi Minyak Sawit Turun Dua Bulan Beruntun Kemendag Ungkap โ Kompas (2025-03-04)
- Kelapa Sawit Mitra Plasma di Riau Dihargai Rp3.713 per Kg โ Media Center Riau (2025-03-04)