Kenaikan Harga CPO Mendorong Surplus Perdagangan Indonesia di Tengah Permintaan Global yang Meningkat

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga referensi Crude Palm Oil (CPO) Indonesia mengalami kenaikan signifikan, dipicu oleh meningkatnya permintaan dari India, yang berkontribusi terhadap surplus perdagangan Indonesia.
(2025/07/03) Indonesia menyaksikan kenaikan harga referensi Crude Palm Oil (CPO) yang ditetapkan oleh Menteri Perdagangan sebesar USD 877,89 per metrik ton untuk periode Juli 2025. Kenaikan ini merupakan hasil dari ketidakseimbangan antara permintaan yang tinggi dan produksi yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar, terutama dari India, menurut pernyataan Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Isy Karim.
Peningkatan harga CPO ini juga berdampak positif pada kinerja perdagangan Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa Indonesia berhasil mencatatkan surplus dalam perdagangan pada bulan Mei 2025, didorong oleh ekspor CPO dan nikel yang tetap kuat. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa kinerja ekspor membaik berkat meningkatnya harga komoditas utama, termasuk CPO, yang sejalan dengan proses normalisasi perdagangan pascalibur Idul Fitri.
Di pasar lokal, harga CPO juga mengalami kenaikan. Pada 3 Juli 2025, harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan sebesar Rp13.800 per kilogram, meningkat Rp100 dari hari sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan tren positif di pasar, meskipun harga CPO di Bursa Malaysia masih diperdagangkan dalam kisaran ketat akibat tekanan harga minyak mentah dan soyoil Chicago.
- Harga CPO KPBN Naik 1,57% pada 26 Maret, Perdagangan Bursa Malaysia Menguat (26 Maret 2026)
- Harga CPO Naik 0,88% di Tengah Produksi Sawit yang Melambat (30 Maret 2026)
- Harga CPO dan TBS Sawit di Sumut Turun, Proyeksi Masa Depan Menarik (25 Maret 2026)
- Harga TBS dan CPO di Sumut Alami Kenaikan Signifikan Pekan Ini (1 April 2026)
Selain itu, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Sumatra Utara juga menunjukkan perbaikan, dengan kenaikan tertinggi mencapai Rp3.269,54 per kilogram. Analis Pasar dari Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Sumut, Dewiana, mengungkapkan bahwa harga TBS mengalami peningkatan Rp41,62 dari minggu lalu, seiring dengan perbaikan harga CPO di pasar global yang saat ini berada di level Rp13.460,10 per liter.
Kenaikan harga ini tidak lepas dari dinamika pasar internasional, termasuk pengaruh harga minyak mentah yang mengalami kenaikan akibat situasi geopolitik, seperti penangguhan kerja sama Iran dengan pengawas nuklir PBB. Kenaikan harga minyak mentah Brent dan WTI pada 3 Juli 2025, masing-masing sebesar USD 2,00, turut memengaruhi pasar minyak nabati, termasuk CPO.
Dengan pertumbuhan yang positif ini, sektor kelapa sawit Indonesia berpotensi untuk terus berkembang, asalkan produksi dapat ditingkatkan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dari negara-negara seperti India. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dan pelaku industri untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam industri kelapa sawit.
Sumber:
- Diborong India, Juli 2025 Harga Referensi CPO Indonesia Naik โ Elaeis (2025-07-03)
- Untung Ada Sawit, Indonesia Surplus Berdagang Sepanjang Mei 2025 โ Media Perkebunan (2025-07-03)
- Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Kamis (3 per 7), CPO di Bursa Malaysia Diperdagangkan Dalam Kisaran Ketat โ Info Sawit (2025-07-03)
- Harga Minyak Naik Imbas Iran Tangguhkan Kerja Sama dengan Pengawas Nuklir PBB โ Kumparan (2025-07-03)
- Harga TBS Sawit Sumut Hari Ini (37) Naik Tipis, Tertinggi Rp3.269,54 per Kilogram โ Bisnis Indonesia (2025-07-03)