BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Kenaikan Harga CPO dan TBS Menandai Akhir Tahun 2024 di Indonesia

22 Februari 2026|Kenaikan Harga CPO dan TBS
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kenaikan Harga CPO dan TBS Menandai Akhir Tahun 2024 di Indonesia

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Mengakhiri tahun 2024, pasar kelapa sawit Indonesia menunjukkan tren positif dengan kenaikan harga CPO dan TBS, meskipun ada tantangan di pasar ekspor.

Di penghujung tahun 2024, industri kelapa sawit Indonesia mengalami dinamika yang menarik, terutama terkait dengan harga minyak sawit mentah (CPO) dan harga tandan buah segar (TBS). Kenaikan harga CPO yang terjadi menjelang Natal menjadi sorotan utama, di mana PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) mencatatkan adanya peningkatan harga sebesar Rp 132 per kilogram pada tender yang dilakukan pada 24 Desember 2024. Harga CPO di KPBN Inacom tercatat mencapai Rp 14.858 per kilogram, mengalami kenaikan 0,9% dibandingkan hari sebelumnya.

Dalam konteks ini, Dinas Perkebunan Provinsi Riau juga mengumumkan bahwa harga TBS kelapa sawit mitra plasma ditetapkan sebesar Rp 3.720,58 per kilogram untuk periode 25 Desember hingga 7 Januari 2024. Penetapan harga ini berdasarkan hasil kajian dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan dan menunjukkan penurunan pada kelompok umur 9 tahun sebesar 3,13% dibandingkan minggu sebelumnya.

Di sisi lain, harga TBS untuk mitra swadaya di Riau juga mengalami penetapan yang serupa, dengan harga mencapai Rp 3.614,47 per kilogram, menunjukkan peningkatan 4,86% dari minggu sebelumnya. Penetapan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi petani kelapa sawit dalam menghadapi fluktuasi harga yang sering terjadi di pasar.

Expor kelapa sawit Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif, dengan laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang menyebutkan terjadi kenaikan ekspor sebesar 27,79% pada bulan Oktober 2024 dibandingkan bulan sebelumnya. Total ekspor minyak sawit naik dari 2.260 ribu ton menjadi 2.888 ribu ton, dengan produk olahan CPO mengalami peningkatan terbesar hingga 31,66%. Hal ini mencerminkan permintaan global yang stabil meskipun pasar menghadapi sejumlah tantangan.

Namun, di tengah tren positif ini, harga minyak sawit berjangka di Bursa Malaysia mengalami penurunan pada hari yang sama, di mana para pedagang membukukan keuntungan menjelang liburan Natal. Situasi ini menunjukkan adanya ketidakpastian di pasar internasional yang dapat mempengaruhi harga di dalam negeri.

Pada akhirnya, meski terdapat tantangan dan fluktuasi harga, perkembangan harga CPO dan TBS di akhir tahun 2024 ini mencerminkan potensi dan ketahanan industri kelapa sawit Indonesia. Dengan adanya kebijakan yang mendukung dan analisis pasar yang tepat, sektor ini diharapkan dapat terus berkembang di tahun-tahun mendatang.

Sumber:

  • Kado Natal: Harga CPO Naik Hasil Tender PT KPBN Periode 24 Desember 2024 โ€” Media Perkebunan (2024-12-24)
  • Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma di Riau Dihargai Rp3.720 Per Kg โ€” Media Center Riau (2024-12-24)
  • Ekspor Sawit Indonesia Naik 27,79% pada Oktober 2024 โ€” Agrofarm (2024-12-24)
  • Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,9 Persen Pada Selasa (24 per 12), Harga CPO di Bursa Malaysia Merosot โ€” Info Sawit (2024-12-24)
  • Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Swadaya di Riau Rp 3.614,47 per Kg โ€” Media Center Riau (2024-12-24)