Kenaikan dan Penurunan Harga TBS Sawit di Indonesia: Riau dan Sumbar Mengalami Kenaikan, Kalbar Turun

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di beberapa provinsi Indonesia menunjukkan fluktuasi yang signifikan, dengan Riau dan Sumatera Barat mengalami kenaikan, sementara Kalimantan Barat mengalami penurunan.
(2025/07/09) Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik pada periode 9-15 Juli 2025. Di Provinsi Riau, harga TBS sawit swadaya mengalami kenaikan signifikan, sementara di Kalimantan Barat, harga justru mengalami penurunan. Kenaikan di Riau terjadi berkat pengaruh meningkatnya harga Crude Palm Oil (CPO) dan kernel, sementara penurunan di Kalimantan Barat dipicu oleh faktor-faktor lain yang berbeda.
Di Riau, Dinas Perkebunan setempat mengumumkan kenaikan harga TBS untuk tanaman sawit berumur 9 tahun sebesar Rp83,40 per kilogram, menjadikannya Rp3.290,10 per kilogram. Kenaikan ini dipandang positif oleh para petani sawit, karena memberikan harapan untuk meningkatkan pendapatan mereka. Selain itu, harga TBS untuk tanaman yang lebih muda juga mengalami kenaikan, dengan harga untuk umur 3 tahun mencapai Rp2.541,94/kg dan untuk umur 10-20 tahun ditetapkan pada Rp3.253,97/kg. Kenaikan harga ini secara umum dipengaruhi oleh melonjaknya harga CPO yang tercatat naik Rp18.000 per ton, yang memberikan dampak langsung pada nilai TBS.
Sementara itu, di Kalimantan Barat, harga TBS untuk periode I-Juli 2025 justru mengalami penurunan sebesar Rp20,88 per kilogram, sehingga harga untuk sawit umur 10-20 tahun menjadi Rp3.023,95/kg. Penurunan harga ini menjadi tantangan bagi petani di wilayah tersebut, terutama bagi mereka yang bergantung pada hasil penjualan TBS untuk memenuhi kebutuhan hidup. Harga TBS untuk tanaman berumur 3 tahun di Kalbar tercatat Rp2.260,15/kg, sementara untuk sawit umur 9 tahun mencapai Rp2.893,46/kg.
- Harga Sawit Jambi Mencapai Rp3.669 per Kg di Pabrik (30 Maret 2026)
- Harga CPO Berpotensi Naik Terkait Konflik Geopolitik, Harga Sawit Jambi Meningkat (27 Maret 2026)
- Harga CPO Menguat di Tengah Fluktuasi Ringgit dan Permintaan Ekspor (30 Maret 2026)
- Harga CPO Naik Menjadi Rp16.050 per Kg, Proyeksi Kenaikan Berlanjut (31 Maret 2026)
Di sisi lain, Provinsi Sumatera Barat juga mencatatkan kenaikan harga TBS yang cukup signifikan. Dalam periode II Juli 2025, harga TBS untuk tanaman umur 10-20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.357,63/kg, meningkat dari Rp3.326,24/kg pada periode sebelumnya. Kenaikan ini didukung oleh penyesuaian harga CPO yang mencapai Rp13.651,27/kg, serta harga inti sawit yang tercatat sebesar Rp10.539,67/kg. Kenaikan ini memberikan angin segar bagi petani sawit di Sumbar, yang berharap dapat terus mempertahankan tren positif ini di masa mendatang.
Kenaikan dan penurunan harga TBS sawit di berbagai provinsi menunjukkan betapa dinamisnya pasar kelapa sawit di Indonesia. Bagi petani, memahami fluktuasi harga ini sangat penting untuk mengambil keputusan dalam pengelolaan kebun mereka. Meskipun harga TBS di Riau dan Sumbar mengalami kenaikan yang menguntungkan, tantangan di Kalimantan Barat juga perlu mendapatkan perhatian agar para petani tidak terpuruk dalam kondisi harga yang menurun.
Sumber:
- Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 9-15 Juli 2025 Naik Rp83,40 per Kg โ Info Sawit (2025-07-09)
- Harga TBS Sawit Kalbar Periode I-Juli 2025 Turun Rp20,88 per Kg โ Info Sawit (2025-07-09)
- Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Swadaya Riau Naik Rp83,40 per Kg โ Sawit Indonesia (2025-07-09)
- Petani Kembali Tersenyum, Harga TBS Sumbar Naik Menjadi Rp3.357 per Kg di Periode II Juli 2025 โ Sawit Indonesia (2025-07-09)