Kementerian Perindustrian Uji Coba Produksi Nira Gula dari Batang Sawit Tua

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Kementerian Perindustrian memulai uji coba produksi nira gula dari batang sawit tua, berpotensi menghasilkan Rp 3 triliun per tahun, sebagai bagian dari strategi hilirisasi.
(2025/06/25) Indonesia menyaksikan langkah inovatif dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang memulai uji coba produksi nira gula dari batang sawit tua hasil replanting. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi kelapa sawit yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan memanfaatkan potensi bahan baku yang selama ini terabaikan.
Proyek percontohan ini diluncurkan setelah penandatanganan kerja sama antara PTPN IV/PalmCo dan Koperasi Produsen Gerak Nusantara Sejahtera (KPGNS) pada 10 April 2025. Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menyatakan bahwa proyek ini merupakan langkah konkret untuk menerapkan kebijakan percepatan hilirisasi industri kelapa sawit di Indonesia.
Pemanfaatan batang sawit tua dalam produksi nira gula tidak hanya berpotensi menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan, diperkirakan bisa mencapai Rp 3 triliun per tahun, tetapi juga memberikan solusi terhadap masalah limbah yang dihadapi oleh industri kelapa sawit. Dengan mengoptimalkan penggunaan batang sawit tua, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit.
- Memperkuat Hilirisasi Kelapa Sawit Melalui Pelatihan Digital Marketing dan Kuliner Inovatif (23 Februari 2026)
- Mendorong Hilirisasi Industri Sawit Melalui Riset dan Pendidikan di Indonesia (23 Februari 2026)
- Hilirisasi Minyak Sawit: Inovasi Cokelat dari Kemenperin untuk UMKM (23 Februari 2026)
- Kementerian Perindustrian Dorong Hilirisasi Industri Kelapa Sawit Melalui Gula Merah dan Nira Sawit (22 Februari 2026)
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendiversifikasi produk kelapa sawit, tidak hanya terbatas pada minyak sawit, tetapi juga pada produk turunan lainnya yang dapat memberikan nilai tambah. Hal ini juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri sawit di tingkat internasional.
Dalam konteks yang lebih luas, hilirisasi industri kelapa sawit merupakan salah satu strategi penting untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kemenperin berharap bahwa proyek ini dapat menjadi model bagi pengembangan industri berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan di Indonesia.
Dengan potensi yang besar, diharapkan nira gula dari batang sawit tua dapat menjadi alternatif sumber pendapatan baru bagi petani sawit, serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian.
Sumber:
- Dari Batang Sawit Tua, Potensi Nira Gula Capai Rp 3 Triliun per Tahun — Hortus (2025-06-25)