Situs ini hasil automasi. Seluruh artikel disusun otomatis dan bisa memuat kekeliruan. Tetap rujuk sumber asli yang tercantum di setiap artikel.

BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Ekspor & Perdagangan

Kemendag Prediksi Realisasi DMO Minyakita Naik di September Seiring Lonjakan Ekspor CPO

21 September 2026|DMO Minyakita dan ekspor CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kemendag Prediksi Realisasi DMO Minyakita Naik di September Seiring Lonjakan Ekspor CPO

Seorang analis laboratorium mengenakan jas lab dan kacamata pelindung sedang mengamati sampel minyak sawit berwarna jingga dalam labu erlenmeyer. Meja laboratorium dipenuhi botol sampel dan peralatan analisis mutu.

(2026/09/21) Kemendag memproyeksikan realisasi DMO Minyakita akhir September akan meningkat seiring tren ekspor CPO yang meningkat.

(2026/09/21) Kementerian Perdagangan memproyeksikan realisasi volume domestic market obligation (DMO) Minyakita pada akhir September 2026 akan lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, seiring dengan peningkatan tren ekspor crude palm oil (CPO).

Konteks proyeksi itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto di Jakarta pada Senin, saat Kemendag melaporkan realisasi DMO Minyakita hingga September 2026 telah mencapai 106.003 ton. Bambang mengaitkan proyeksi kenaikan realisasi dengan naiknya aktivitas ekspor CPO.

Bambang Wisnubroto mengatakan bahwa peningkatan realisasi DMO merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan Minyakita di dalam negeri. Ia menyatakan, "Kami prediksi realisasi pada bulan September ini di akhir bulan akan lebih tinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya, karena tren ekspor CPO juga meningkat." Pernyataan ini menegaskan hubungan langsung yang dipantau Kemendag antara arus ekspor dan ketersediaan pasokan domestik.

Untuk meredam tekanan harga di berbagai daerah, Kemendag mendorong penguatan distribusi Minyakita ke wilayah Indonesia Timur, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru 2027. Bambang menyebut upaya itu akan terus dilakukan agar pada saat Nataru nanti harga Minyakita atau minyak goreng tetap stabil, mengindikasikan perhatian khusus pemerintah terhadap musim permintaan dan distribusi antarwilayah.

Data alokasi stok BUMN pangan yang dipaparkan Kemendag menunjukkan penguasaan stok Minyakita oleh BUMN pangan mencapai 523.577 ton atau sekitar 48,55 persen dari total; Bulog menguasai sekitar 370.854 ton (34,38 persen) dan ID FOOD 152.723 ton. Persentase distribusi Minyakita Bulog ke pasar telah mencapai 82,26 persen, sehingga pemerintah meminta Bulog yang memiliki stok lebih besar untuk terus memobilisasi dan menyalurkan Minyakita ke daerah-daerah di Indonesia Timur yang harga Minyakita masih berada di atas HET.

Kemendag juga mencatat beberapa provinsi dengan harga Minyakita lebih dari 5 persen di atas harga eceran tertinggi (HET), yakni Papua Barat Daya, Papua, Maluku, Papua Selatan, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Pendorongan distribusi oleh Perum Bulog dan ID FOOD ditujukan khusus untuk mengatasi disparitas harga di wilayah-wilayah tersebut.

Penegasan kebijakan DMO Minyakita dan upaya distribusi BUMN dilaporkan menjelang perdebatan publik terkait usulan DMO 100 persen untuk Minyakita, yang sebelumnya menjadi bagian dari wacana kebijakan publik. Kemendag menempatkan realisasi 106.003 ton hingga September dan stok BUMN sebagai indikator dasar operasional menjelang penetapan langkah lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber:

Sumber asli

Artikel ini disusun otomatis. Periksa faktanya di berita asli berikut.

  1. Kemendag prediksi DMO Minyakita pada September naik seiring ekspor CPO · antaranews.com