INSTIPER Lepas 671 Mahasiswa Magang, 85% Pilih Industri Kelapa Sawit

Bibit sawit muda di tangan dengan latar kebun hijau, melambangkan keberlanjutan dan praktik perkebunan bersertifikat yang bertanggung jawab.
INSTIPER melepas 671 mahasiswa magang pada 30 Juli 2026; 572 peserta (85,25%) ditempatkan di 52 perusahaan kelapa sawit di 18 provinsi.
(2026/07/31) Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) melepas 671 mahasiswa untuk Program Magang Industri 2026 yang ditempatkan ke 79 perusahaan mitra, dengan 572 mahasiswa atau 85,25 persen memilih magang di sektor kelapa sawit.
Seremoni pelepasan digelar pada Kamis (30/7/2026) di Lapangan GRHA INSTIPER, Yogyakarta, sebagai bagian dari implementasi konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri serta penerapan kurikulum berdampak yang menekankan pengalaman lapangan untuk kesiapan kerja.
Rektor INSTIPER, Dr. Harsawardana, mengatakan magang bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik tetapi kesempatan untuk memahami budaya kerja, meningkatkan kompetensi, dan membangun profesionalisme sebelum lulus. Dalam rilis yang diterima media, ia meminta mahasiswa memanfaatkan magang untuk meningkatkan pengetahuan dan menjaga nama baik INSTIPER di lokasi magang.
- Keselamatan Kerja di Industri Sawit: Tuntutan dan Tantangan 2026 (2 April 2026)
- 150 Mahasiswa ITSI Dilatih Analisis Sentimen Media Sosial Sawit (3 April 2026)
- Pengembangan SDM dan Ekonomi Perempuan di Sektor Sawit (6 April 2026)
- Krisis Lapangan Kerja: Buruh Perkebunan Sawit Terpinggirkan di Indonesia (2 April 2026)
Panitia Magang dipimpin oleh Dr. Maria Ulfah yang menyatakan 671 mahasiswa terbagi dalam dua skema: Magang Berseleksi MBKM sebanyak 231 mahasiswa atau sekitar 34,4 persen peserta, serta Magang Reguler sebanyak 440 mahasiswa atau 65,6 persen yang melalui jalur mandiri maupun fasilitasi kampus. Maria memaparkan mahasiswa akan menjalani magang di 79 perusahaan mitra yang tersebar di 18 provinsi.
Rincian penempatan menunjukkan sektor kelapa sawit mendominasi dengan 572 mahasiswa di 52 perusahaan sawit nasional, termasuk nama-nama besar seperti Sinarmas, Karyamas, Astra Agro Lestari, Wilmar Group, dan Asian Agri. Selain itu, 14 perusahaan bergerak di sektor perkebunan non-sawit seperti tebu, karet, teh, kopi, kakao, hortikultura, dan pangan, serta 13 perusahaan di sektor kehutanan menjadi lokasi magang lainnya.
Distribusi geografis penempatan menyoroti konsentrasi di Kalimantan dan Sumatera: Kalimantan Tengah tercatat sebagai provinsi tujuan terbanyak dengan 165 mahasiswa, diikuti Sumatera Utara 117 mahasiswa dan Kalimantan Barat 105 mahasiswa. Selain melaksanakan tugas di perusahaan, peserta magang diwajibkan menjalankan program pengabdian kepada masyarakat di wilayah tempat mereka magang sebagai sarana transfer ilmu.
Ketua Panitia Magang, Dr. Maria Ulfah, menilai tingginya minat pada industri sawit memperkuat posisi INSTIPER sebagai perguruan tinggi yang dekat dengan sektor perkebunan nasional dan bahkan menyatakan INSTIPER layak disebut "The Best Palm Oil University" dalam keterangan yang disiarkan media. Jadwal dan mekanisme evaluasi pasca-magang akan diinformasikan kampus kepada peserta setelah masa magang berjalan.
Sumber: