Inovasi Hilirisasi Sawit: Indonesia Ekspor Oleochemical ke India Senilai Rp 6,75 Miliar

Sabun alami yang terbuat dari produk hilir kelapa sawit menunjukkan potensi hilirisasi industri sawit di Indonesia.
Pemerintah Indonesia terus mendorong hilirisasi industri kelapa sawit dengan melepas ekspor produk oleochemical senilai Rp 6,75 miliar ke India.
Indonesia terus berupaya meningkatkan nilai tambah dari produk kelapa sawit melalui hilirisasi industri. Salah satu langkah nyata dari pemerintah terlihat pada pelepasan ekspor sepuluh kontainer produk turunan sawit, yakni oleochemical, ke India. Ekspor ini dilakukan oleh Menteri Perdagangan, Budi Santoso, dan mencakup produk seperti split fatty acid dan crude glycerine dengan nilai mencapai USD 420 ribu atau setara dengan Rp 6,75 miliar.
Pelepasan barang tersebut berlangsung pada 17 Desember 2024 di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, dan dihasilkan oleh PT VVF Indonesia, anak perusahaan dari grup internasional VVF. Dalam sambutannya, Mendag Budi Santoso menekankan pentingnya keberlanjutan dalam industri kelapa sawit dan komitmen pemerintah untuk menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan sektor ini. Kebijakan tersebut dirancang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar domestik dan internasional, serta mendorong terlaksananya hilirisasi yang lebih efektif.
Hilirisasi industri kelapa sawit menjadi salah satu fokus utama pemerintah Indonesia, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh sektor ini. Dengan terus mengembangkan produk-produk turunan, seperti oleochemical, diharapkan Indonesia tidak hanya menjadi negara penghasil kelapa sawit terbesar, tetapi juga penghasil produk bernilai tambah yang dapat bersaing di pasar global.
- BPDPKS Memperkuat Hilirisasi Industri Kelapa Sawit Melalui Oleofood (22 Februari 2026)
- Inovasi Limbah Oleokimia: Glycerine Pitch untuk Aspal Ramah Lingkungan (23 Februari 2026)
- Mendorong Hilirisasi, Ekspor Produk Oleokimia dan Proyek Green Refinery Jadi Terobosan Baru (22 Februari 2026)
- Hilirisasi Industri Kelapa Sawit: Membangun Nilai Tambah dan Peluang Ekonomi (24 Juli 2025)
Inisiatif ini sejalan dengan upaya global untuk memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri minyak nabati dunia. Melalui hilirisasi, Indonesia berusaha untuk meningkatkan pendapatan nasional dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak, sembari tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Keberhasilan ekspor produk oleochemical ini juga menunjukkan adanya respons positif dari pasar internasional terhadap produk yang dihasilkan oleh industri dalam negeri. Harapannya, langkah ini dapat menjadi pendorong bagi pelaku industri lainnya untuk mengikuti jejak yang sama, sehingga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri kelapa sawit global.
Sumber:
- Kemendag Lepas Produk Turunan Sawit Nilainya Rp 6,75 Miliar — Hortus (2024-12-20)