Ekspor CPO Indonesia Meningkat Menjadi USD4,69 Miliar Berkat Hilirisasi

Pelabuhan eksklusif ini sibuk dengan aktivitas ekspor CPO, mendukung peningkatan angka ekspor sawit Indonesia.
Peningkatan ekspor CPO Indonesia mencapai USD4,69 miliar di awal 2026, didorong oleh hilirisasi dan peningkatan volume menjadi 32 juta ton.
(2026/04/02) Indonesia mencatat peningkatan signifikan dalam ekspor crude palm oil (CPO) yang mencapai USD4,69 miliar pada periode Januari-Februari 2026. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa kenaikan ini didorong oleh hilirisasi yang mengedepankan nilai tambah produk kelapa sawit. Selain itu, ekspor CPO juga melampaui 32 juta ton, meningkat 6 juta ton dibandingkan periode sebelumnya.
Hilirisasi dalam industri sawit menjadi fokus utama pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Menurut Amran, dengan mengolah CPO menjadi produk turunan seperti margarin dan kosmetik, Indonesia mampu menguasai lebih dari 60 persen pasar dunia. “Kalau CPO kita olah, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia,” ujar Amran.
Peningkatan volume ekspor CPO ini juga sejalan dengan kebutuhan domestik untuk program biofuel, yang memerlukan sekitar 5,3 juta ton. Amran menegaskan bahwa meskipun ada kebutuhan dalam negeri, peningkatan ekspor tetap dijaga agar tidak mengganggu pasokan lokal. “Ekspor kita naik dari 26 juta ton menjadi 32 juta ton, dan kami akan terus memperkuat ekosistem produksi dan pengolahan,” tambahnya.
- Urgensi Hilirisasi untuk Memperkuat Ekonomi Indonesia (22 Februari 2026)
- Strategi Hilirisasi dan Ekspor Kelapa Sawit: Upaya Meningkatkan Nilai Tambah di Sumatera Barat (23 Februari 2026)
- Hilirisasi Kelapa Sawit: Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (23 Februari 2026)
- Hilirisasi Sawit: Strategi Indonesia Penuhi Kebutuhan Pasar Eropa (22 Februari 2026)
Dalam konteks ini, hilirisasi dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi nasional berbasis sektor pertanian. Dengan meningkatnya nilai tambah, diharapkan akan ada dampak positif bagi petani dan pelaku usaha di sektor sawit. Data menunjukkan bahwa kontribusi sektor ini terhadap perekonomian Indonesia semakin meningkat, dan diharapkan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
Kedepannya, pemerintah akan terus mendorong inovasi dalam pengolahan CPO serta memperluas akses pasar untuk produk-produk turunan. Hal ini sejalan dengan target Indonesia untuk meningkatkan daya saing di kancah internasional. “Kami akan terus berupaya agar Indonesia menjadi pusat produksi dan pengolahan kelapa sawit dunia,” tegas Amran.
Dengan kondisi ini, pertanyaan yang muncul adalah seberapa jauh pemerintah dapat mendorong hilirisasi sambil tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan ekspor? Ini menjadi tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan keberlanjutan industri sawit Indonesia.
Sumber:
- Mentan: Ekspor CPO naik jadi 4,69 miliar dolar AS berkat hilirisasi — Antara
- Mentan Amran Sebut Ekspor CPO Tembus 32 Juta Ton, Naik 6 Juta ... — https://kumparan.com/kumparanbisnis/mentan-amran-sebut-ekspor-cpo-tembus-32-juta-ton-naik-6-juta-ton-270EfbN26HQ
- Ekspor CPO Tembus USD4,69 di Awal 2026, Mentan - bataviapos.id — https://bataviapos.id/ekonomi/ekspor-cpo-tembus-usd469-di-awal-2026-mentan-dampak-nyata-penguatan-hilirisasi-pertanian/
- Mentan lapor ke Prabowo cadangan beras aman dan ekspor CPO ... — https://gorontalo.antaranews.com/berita/393490/mentan-lapor-ke-prabowo-cadangan-beras-aman-dan-ekspor-cpo-meningkat