Hilirisasi Investasi Strategis: Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Gambar menunjukkan produk minyak goreng kemasan dari industri hilir kelapa sawit di Indonesia.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi menggelar kajian untuk mendorong hilirisasi investasi strategis demi menciptakan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.
Indonesia terus berupaya meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alamnya melalui hilirisasi investasi strategis. Kementerian Investasi dan Hilirisasi, yang juga dikenal sebagai Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), baru-baru ini menggelar acara Expose Kajian Hilirisasi Investasi Strategis Tahun 2024 di Jakarta. Acara yang berlangsung pada 23 Desember 2024 ini dihadiri oleh sekitar 150 peserta, termasuk perwakilan dari kementerian, lembaga, asosiasi, pelaku usaha, akademisi, serta kepala dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu.
Dalam sambutannya, Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Heldy Satrya Putera, menekankan pentingnya hilirisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk domestik di pasar global. Tema yang diangkat dalam acara tersebut adalah “Hilirisasi Investasi Strategis: Ciptakan Nilai Tambah, Indonesia Maju,” yang menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga produk yang bernilai tinggi.
Kajian hilirisasi investasi ini merupakan kelanjutan dari program-program sebelumnya yang bertujuan untuk merangsang investasi di sektor-sektor strategis. Melalui hilirisasi, diharapkan dapat tercipta lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan daerah, serta kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai target-target pembangunan berkelanjutan.
- Hilirisasi Produk Pertanian: Langkah Strategis Menuju Kemandirian dan Pengaruh Global Indonesia (23 Februari 2026)
- Hilirisasi Komoditas Pertanian: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Agraris (5 Maret 2026)
- Hilirisasi Industri Sawit: Peluang Menuju Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan (23 Februari 2026)
- Ekspor Minyak Sawit Indonesia Naik 26% Berkat Strategi Hilirisasi (3 April 2026)
Dalam konteks ini, hilirisasi tidak hanya mencakup sektor kelapa sawit, tetapi juga sektor-sektor lain seperti pertambangan, perikanan, dan industri kreatif. Keterlibatan berbagai stakeholder dalam acara ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antar pihak sangat penting untuk mencapai tujuan bersama. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, diharapkan inisiatif hilirisasi ini dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.
Ke depannya, Kementerian Investasi dan Hilirisasi juga merencanakan program-program lanjutan yang akan mendukung pelaksanaan hilirisasi di berbagai sektor. Dengan adanya kebijakan yang mendukung dan dukungan dari semua pihak, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri dan berdaya saing di kancah internasional.
Sumber:
- BKPM Menggelar Expose Kajian Hilirisasi Investasi Strategis Tahun 2024 — Sawit Indonesia (2024-12-30)