Inisiatif Hilirisasi Energi: Pertamina dan Program Biodiesel untuk Masa Depan Berkelanjutan

Produk kosmetik berbahan dasar kelapa sawit menunjukkan potensi hilirisasi yang menjanjikan dalam industri sawit Indonesia.
Indonesia tengah berupaya mengoptimalkan potensi energi terbarukan melalui hilirisasi, termasuk pengelolaan minyak jelantah dan pengembangan biodiesel.
Indonesia tengah berupaya mengoptimalkan potensi energi terbarukan melalui hilirisasi, termasuk pengelolaan minyak jelantah dan pengembangan biodiesel. Salah satu langkah nyata diambil oleh PT Pertamina (Persero) yang memperkenalkan program Green Movement UCO, yang mendorong masyarakat untuk mengumpulkan minyak goreng bekas.
Program ini merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk menerapkan ekonomi sirkular. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap limbah rumah tangga dapat dimanfaatkan kembali. Dalam rangkaian kegiatan, Pertamina telah mengumpulkan lebih dari 1.162 liter minyak jelantah di enam titik pengumpulan yang disebut UCOllect Box, yang terletak di beberapa SPBU dan rumah sakit IHC Pertamina. Hal ini menunjukkan potensi besar dari limbah rumah tangga yang bisa diolah menjadi energi dan bahan baku industri.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mempercepat hilirisasi melalui program biodiesel. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa biodiesel akan menjadi salah satu fokus dalam peta jalan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Dalam rencana ini, biodiesel yang dihasilkan dari Crude Palm Oil (CPO) akan terus dikembangkan, dengan target penggunaan B40 pada tahun 2025 dan B50 di masa depan. Untuk memproduksi biodiesel ini, diperlukan bahan baku tambahan seperti etanol dan metanol, yang saat ini masih banyak diimpor.
- Indonesia Stop Impor Solar Berkat Hilirisasi Sawit, Capai B50 (4 April 2026)
- Hilirisasi CPO Perkuat Kemandirian Energi dan Ekonomi Indonesia (1 April 2026)
- Inovasi Hilirisasi Cangkang Sawit: BRIN dan PT Haltraco Kembangkan Teknologi Carbon Additive (23 Februari 2026)
- Hilirisasi CPO Indonesia: Kemandirian Energi dan Kesejahteraan Petani (31 Maret 2026)
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam memanfaatkan sumber daya lokal dan mengurangi ketergantungan pada produk impor. Dengan pemanfaatan minyak jelantah dan pengembangan biodiesel, Indonesia tidak hanya mendukung pertumbuhan industri energi terbarukan tetapi juga berupaya mengurangi dampak lingkungan dari limbah.
Melalui inisiatif-inisiatif ini, diharapkan dapat tercipta ekosistem yang lebih berkelanjutan, mengingat pentingnya peran energi terbarukan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatkan ketahanan energi nasional. Dengan memanfaatkan limbah menjadi sumber energi, Indonesia berpotensi untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan energi domestik tetapi juga berkontribusi pada pasar global energi terbarukan.
Sumber:
- Pertamina Hargai Minyak Jelantah Rp 6.000 per Liter โ Sawit Indonesia (2025-01-17)
- Masuk Program Satgas Hilirisasi, Pabrik Metanol untuk Biodiesel Bakal Digarap Swasta โ Kontan (2025-01-17)