BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Ekspor Produk Hilir

Hilirisasi Komoditas Pertanian: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Agraris

5 Maret 2026|Hilirisasi tujuh komoditas
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Hilirisasi Komoditas Pertanian: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Agraris

Gambar menunjukkan produk minyak goreng kemasan dari industri hilir kelapa sawit di Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto mendorong hilirisasi tujuh komoditas pertanian untuk meningkatkan kemandirian agraris Indonesia, meniru kesuksesan model kelapa sawit.

(2026/03/05) Indonesia menyaksikan langkah strategis dalam pengembangan sektor pertanian dengan dorongan hilirisasi tujuh komoditas unggulan. Presiden Prabowo Subianto mengarahkan Kementerian Pertanian untuk meniru kesuksesan industri kelapa sawit dalam mengembangkan tebu, kopi, kakao, dan beberapa komoditas lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Perlindungan Perkebunan, Hendratmojo Bagus Hudoro, dalam pernyataannya yang menegaskan pentingnya peran perkebunan rakyat dalam mencapai target tersebut.

Hilirisasi merupakan proses penting yang dapat meningkatkan nilai tambah dari berbagai komoditas pertanian. Dengan lebih dari 90 persen dari ketujuh komoditas tersebut dikelola oleh petani kecil, pendekatan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kemandirian pangan nasional. Komoditas yang menjadi fokus antara lain tebu, kelapa, kopi, lada, kakao, jambu mete, dan pala.

Hendratmojo menyatakan bahwa jika model kemitraan inti-plasma yang sukses diterapkan dalam kelapa sawit dapat diterapkan pada komoditas lain, maka Indonesia berpotensi menjadi negara adidaya dalam bidang agraris. Hal ini sejalan dengan tren global yang semakin mengedepankan keberlanjutan dan nilai tambah dalam produk pertanian. Selain itu, hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar internasional.

Model kemitraan inti-plasma yang telah berhasil dalam industri kelapa sawit melibatkan kerjasama antara petani kecil dan perusahaan besar, yang memberikan akses kepada petani untuk mendapatkan dukungan teknis, modal, serta pasar yang lebih baik. Dalam konteks ini, Kementan diharapkan dapat memfasilitasi pertemuan antara petani dan investor, serta memberikan pelatihan dan akses terhadap teknologi pertanian modern.

Implementasi hilirisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong inovasi dalam sektor pertanian. Dengan demikian, langkah ini menjadi bagian integral dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani di seluruh Indonesia.

Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan kebijakan yang mendukung hilirisasi, serta memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam proses ini. Dengan potensi besar yang dimiliki oleh sektor pertanian, harapan akan tercapainya kemandirian agraris Indonesia semakin menguat.

Sumber:

  • Dari berbagai sumber