BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor Produk Hilir

PalmCo Siap Groundbreaking Fasilitas Hilirisasi dan Ekspansi Lahan 500 Ribu Ha

25 Maret 2026|Ground Breaking Fasilitas Hilirisasi
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
PalmCo Siap Groundbreaking Fasilitas Hilirisasi dan Ekspansi Lahan 500 Ribu Ha

Gambar ini menggambarkan proses hilirisasi produk sawit di Indonesia dengan pabrik dan berbagai produk minyak sawit.

PalmCo akan memulai pembangunan fasilitas hilirisasi dan membuka 500 ribu hektare lahan baru untuk mendukung industri kelapa sawit Indonesia.

(2026/03/25) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo akan segera melakukan groundbreaking fasilitas hilirisasi terbaru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, setelah libur Lebaran. Langkah ini merupakan bagian dari program hilirisasi yang lebih luas untuk mendukung pengembangan industri kelapa sawit nasional, termasuk pembukaan 500 ribu hektare lahan baru yang ditargetkan untuk 2026.

PalmCo, sebagai sub holding dari PTPN III (Persero), berkomitmen untuk meningkatkan kontribusinya dalam industri sawit dengan mempercepat proses hilirisasi. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi nasional yang diarahkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Fokus utama dari proyek ini adalah menciptakan ekosistem hilirisasi yang tidak hanya terbatas pada sektor sawit tetapi juga melibatkan lintas sektor lainnya.

Dalam konteks ini, Danantara menargetkan groundbreaking 18 proyek hilirisasi yang direncanakan akan selesai sebelum semester pertama 2026 berakhir. Proyek-proyek ini mencakup fasilitas pengolahan dan pengembangan infrastruktur yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia di pasar global.

Dengan rencana pembukaan 500 ribu hektare lahan baru, PalmCo diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, baik untuk produk minyak sawit mentah maupun turunan lainnya. Langkah ini juga diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja baru dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

Keberhasilan proyek hilirisasi ini sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Jatmiko menekankan pentingnya kolaborasi untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan. "Dengan langkah ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor sawit di Indonesia," ujar Jatmiko.

Seiring dengan upaya hilirisasi yang gencar, tantangan untuk menjaga keberlanjutan dan praktik pertanian yang ramah lingkungan juga perlu menjadi perhatian. Implementasi teknologi modern dalam pengolahan dan pengelolaan lahan menjadi kunci untuk mencapai keseimbangan antara ekspansi industri dan pelestarian lingkungan.

Sumber: