BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Ekspor Produk Hilir

Hilirisasi dan Digitalisasi: Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

10 Juli 2025|Hilirisasi kelapa sawit Indonesia
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Hilirisasi dan Digitalisasi: Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Sabun alami yang terbuat dari produk hilir kelapa sawit menunjukkan potensi hilirisasi industri sawit di Indonesia.

Hilirisasi dalam sektor kelapa sawit dan komoditas lainnya menjadi fokus utama Kementerian Investasi dan Hilirisasi, dengan harapan dapat meningkatkan nilai tambah dan penerimaan negara.

(2025/07/10) Indonesia menyaksikan momentum penting dalam pengembangan industri kelapa sawit dan komoditas lainnya melalui hilirisasi dan digitalisasi. Acara 3rd Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2025 yang berlangsung di Bandung menegaskan komitmen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam mendukung industri kelapa sawit menuju masa depan yang berkelanjutan. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Ir. Putu Juli Ardika, MA, menekankan pentingnya dukungan terhadap pasokan bahan baku berkualitas, seperti Crude Palm Oil (CPO) dan biomassa kelapa sawit, guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam sektor ini.

Dalam konteks hilirisasi, keberhasilan program hilirisasi nikel di Indonesia menunjukkan dampak positif yang signifikan. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, mengungkapkan bahwa penerimaan negara dari hilirisasi nikel mencapai US$ 30 miliar atau setara dengan Rp 486,56 triliun pada tahun 2024. Sebelumnya, penerimaan tersebut hanya mencapai US$ 3 miliar. Hal ini membuktikan bahwa hilirisasi dapat meningkatkan nilai tambah komoditas secara drastis dan memberikan keuntungan ekonomi yang besar bagi negara.

Todotua juga menjelaskan bahwa Kementerian Investasi dan Hilirisasi tidak hanya berfokus pada nikel, tetapi juga akan memperluas program hilirisasi pada 28 komoditas lain, termasuk batu bara, kelapa, dan rumput laut. Dengan mengadopsi teknologi dan inovasi, diharapkan komoditas-komoditas ini dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian Indonesia. Pendekatan ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana hilirisasi, digitalisasi, dan keberlanjutan akan menjadi pilar utama dalam mencapai tujuan tersebut.

Perkembangan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam Indonesia. Melalui hilirisasi, diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kemenperin bersama BKPM terus berupaya mendorong kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah untuk mencapai target yang lebih ambisius dalam pengembangan sektor agrikultur dan hasil laut.

Dengan demikian, strategi hilirisasi yang diterapkan di sektor kelapa sawit dan komoditas lainnya bukan hanya sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah, tetapi juga sebagai langkah proaktif dalam menciptakan industri yang lebih efisien dan berkelanjutan, sejalan dengan tuntutan global saat ini.

Sumber:

  • Kemenperin: Hilirisasi, Digitalisasi, dan Sustainability Kunci Menuju Indonesia Emas 2045 โ€” Info Sawit (2025-07-10)
  • Kemenperin di Penutupan 3rd TPOMI 2025: Hilirisasi, Digitalisasi, dan Sustainability Kunci Menuju Indonesia Emas 2045 โ€” Media Perkebunan (2025-07-10)
  • Gegara Hilirisasi, RI Ketiban Durian Runtuh Sampai Rp 486,56 Triliun โ€” CNBC (2025-07-10)
  • Tak Cuma Nikel, RI Genjot Hilirisasi di Batu Bara, Kelapa-Rumput Laut โ€” CNBC (2025-07-10)
  • Ikuti Jejak Sukses Nikel, RI Siap Pacu Hilirisasi 28 Komoditas โ€” CNBC (2025-07-10)