BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Harga TBS Sawit Naik Menjelang Lebaran di Tengah Tantangan Musim Kemarau

19 Maret 2026|Strategi produktivitas kopi-kelapa sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS Sawit Naik Menjelang Lebaran di Tengah Tantangan Musim Kemarau

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Harga TBS sawit mengalami kenaikan menjelang Lebaran, meskipun sektor perkebunan menghadapi tantangan musim kemarau yang dapat mempengaruhi produktivitas.

(2026/03/19) Menjelang Lebaran, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tiga provinsi, yakni Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini terjadi di tengah upaya pemerintah untuk menjaga produktivitas komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, yang diperkirakan akan terpengaruh oleh musim kemarau yang mulai melanda.

Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menghadapi musim kemarau 2026, dengan fokus pada komoditas strategis. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya strategi adaptasi agar produktivitas tetap terjaga. Ini mencakup penggunaan benih unggul yang tahan terhadap kekeringan dan pelaksanaan budidaya adaptif yang dapat membantu petani dalam mengelola lahan mereka dengan lebih efisien.

Terkait dengan harga TBS, Dinas Perkebunan Riau mencatat bahwa harga TBS untuk tanaman berusia 10-20 tahun telah meningkat menjadi hampir Rp4.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel. Supriadi, Kepala Dinas Perkebunan Riau, mengungkapkan bahwa penetapan harga TBS dilakukan untuk periode 18-31 Maret 2026, dengan harapan dapat memberikan keuntungan lebih bagi petani.

Kenaikan harga TBS ini juga diikuti oleh provinsi lainnya, di mana petani sawit merasa optimis menyambut Lebaran. Di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, suasana positif juga terlihat seiring dengan peningkatan harga yang diumumkan oleh Dinas Perkebunan setempat. Hal ini memberikan harapan bagi para petani yang bergantung pada hasil panen untuk mendukung perekonomian mereka.

Namun, tantangan musim kemarau tetap menjadi perhatian utama. Kementan menegaskan akan terus berupaya untuk memastikan bahwa produktivitas kelapa sawit dan komoditas lainnya tidak terganggu. Beberapa langkah yang diambil termasuk konservasi tanah dan air serta pengelolaan kebun yang lebih efisien untuk mengurangi dampak kekeringan.

Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa jika langkah mitigasi berhasil, produktivitas kelapa sawit di Indonesia dapat tetap stabil meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang tidak menguntungkan. Ini sangat penting mengingat kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Kenaikan harga TBS sawit menjelang Lebaran ini bisa menjadi sinyal positif bagi industri sawit di Indonesia. Namun, tantangan yang dihadapi oleh petani terkait perubahan iklim dan kondisi cuaca perlu ditangani dengan serius agar sektor perkebunan tetap berkelanjutan dan menguntungkan.

Sumber:

  • Musim Kemarau Mengadang, RI Siapkan Strategi jaga Produktivitas Kopi-Kelapa Sawit Cs โ€” Bisnis Indonesia (2026-03-18)
  • H-2 Lebaran, Harga TBS Sawit Dekati Rp4.000 per kg di 3 Provinsi Ini! Petani Makin Full Senyum โ€” Sawit Indonesia (2026-03-18)