Harga TBS Kelapa Sawit Riau Naik, Kotawaringin Timur Siap PSR 2026

Masyarakat Adat Papua berdiskusi di dekat rumah adatnya, mengingatkan pentingnya perlindungan hak atas lahan di industri kelapa sawit.
Harga TBS kelapa sawit di Riau mengalami kenaikan signifikan, sementara Kotawaringin Timur memulai eksekusi Program Peremajaan Sawit Rakyat 2026 dengan dukungan dana.
(2026/03/30) Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau mengalami kenaikan, dengan harga kemitraan swadaya mencapai Rp3.842,69 per kg dan kemitraan plasma mencapai Rp3.886,50 per kg. Kenaikan ini terjadi dalam periode 25 hingga 31 Maret 2026, memberikan harapan bagi petani sawit di daerah tersebut.
Kenaikan harga TBS ini menjadi penting bagi industri sawit Indonesia, terutama di Riau yang merupakan salah satu provinsi penghasil kelapa sawit terbesar. Menurut Dr Defris Hatmaja, Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, kenaikan harga ini terjadi pada kelompok umur 9 tahun, dengan persentase kenaikan sekitar 4,36% untuk kemitraan swadaya dan 4,39% untuk kemitraan plasma. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasar yang bisa memberikan keuntungan bagi petani.
Pada periode ini, indeks K yang digunakan adalah 92,66% untuk kemitraan swadaya dan 92,98% untuk kemitraan plasma. Selain itu, harga penjualan CPO juga mengalami kenaikan, di mana harga CPO meningkat sebesar Rp491,32 per kg dan kernel sebesar Rp1.259,07 per kg untuk kemitraan swadaya. Kenaikan ini menunjukkan adanya permintaan yang meningkat di pasar, meskipun beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) tidak melakukan penjualan seperti biasanya.
- Program Pelatihan dan Beasiswa 2026 Dukung Peningkatan SDM Sawit (1 April 2026)
- BPDPKS Buka Beasiswa untuk Peningkatan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (21 Maret 2026)
- Peremajaan Sawit Rakyat dan Pengamanan Aset PTPN di Kalimantan Selatan (29 Maret 2026)
- Tiga Spesies Kumbang Penyerbuk Baru Siap Tingkatkan Produktivitas Sawit (22 Maret 2026)
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur juga bersiap untuk melaksanakan Program Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PSR) tahun 2026. Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian telah dilakukan, dengan alokasi dana mencapai Rp60 juta per hektare untuk mendukung program ini. Target nasional dari PSR adalah peremajaan kebun sawit rakyat seluas 50.000 hektare.
Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kebun rakyat, yang selama ini menjadi tulang punggung industri sawit di daerah tersebut. Dengan adanya dukungan dana yang signifikan, diharapkan petani dapat melakukan peremajaan dan meningkatkan hasil produksi mereka secara berkelanjutan.
Dengan adanya peningkatan harga TBS di Riau dan pelaksanaan program PSR di Kotawaringin Timur, masa depan industri sawit di Indonesia tampak menjanjikan. Namun, tantangan seperti fluktuasi harga dan kebutuhan akan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan tetap harus diperhatikan untuk menjaga keberlanjutan industri ini. "Kami berharap dengan dukungan yang ada, petani bisa lebih sejahtera dan industri sawit semakin maju," ujar Dr Defris Hatmaja.
Sumber: