Harga Minyak Sawit di Riau Naik Menjelang Idulfitri, Namun CPO Masih Lesu di Bursa Malaysia

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Harga Tandan Buah Segar dan kelapa sawit mitra plasma di Riau mengalami kenaikan menjelang Idulfitri, sementara harga CPO di pasar masih lesu.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia menunjukkan tren yang berbeda-beda. Di satu sisi, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya dan mitra plasma di Provinsi Riau mengalami kenaikan menjelang Idulfitri. Namun, di sisi lain, harga CPO di bursa internasional, terutama di Bursa Malaysia, masih menunjukkan lesu dengan penurunan yang signifikan.
Menurut informasi yang diperoleh dari Dinas Perkebunan Riau, pada tanggal 25 Maret 2025, harga TBS untuk kelompok umur 9 tahun tercatat naik sebesar Rp 34,27 per kilogram atau 0,93% dari harga sebelumnya, menjadi Rp 3.707,51 per kilogram. Kenaikan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani menjelang bulan suci. Kenaikan harga juga berlaku untuk kelompok umur lainnya, dengan harga cangkang sawit ditetapkan sebesar Rp 29,33 per kilogram untuk satu bulan ke depan.
Sementara itu, harga CPO yang ditetapkan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom pada tanggal yang sama mencapai Rp 14.781 per kilogram, mengalami penurunan 0,42% atau sekitar Rp 62 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya. Harga CPO Franco Belawan dan Dumai ditetapkan Rp 14.843 per kilogram, sedangkan harga CPO Franco Talang Duku dan Teluk Bayur masing-masing berada di angka Rp 14.581 dan Rp 14.651 per kilogram.
- Kinerja CPO Positif 2026, Petani Minta Cangkang Dihitung dalam Harga (29 Maret 2026)
- Harga CPO KPBN Menguat di Tengah Ketidakpastian Global pada April 2026 (2 April 2026)
- Harga CPO Diprediksi Naik hingga RM4.600 per Ton di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000 (31 Maret 2026)
Di pasar internasional, harga kontrak minyak kelapa sawit di Bursa Malaysia juga mengalami penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut. Hal ini dikarenakan penurunan harga minyak nabati lainnya di pasar Bursa Dalian dan Chicago, yang membuat investor menjadi lebih hati-hati. Senior trader dari Interband Group of Companies, Jim Teh, memperkirakan bahwa kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives akan diperdagangkan lebih rendah minggu ini, berada di kisaran RM4.100 hingga RM4.300 per ton.
Ketidakpastian yang disebabkan oleh perang dagang global, terutama yang dipicu oleh Amerika Serikat, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pandangan di pasar. Permintaan fisik dari negara-negara seperti China, India, dan Pakistan juga berpotensi mempengaruhi harga, meskipun saat ini kondisi pasar menunjukkan kecenderungan yang kurang optimis.
Secara keseluruhan, meskipun harga TBS di Riau menunjukkan tren positif, pelaku pasar tetap harus waspada terhadap kondisi global yang dapat memengaruhi harga CPO. Kenaikan harga menjelang Idulfitri diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi petani, tetapi tantangan dari pasar internasional masih harus dihadapi dengan hati-hati.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Masih Lesu 0,42 Persen Pada Selasa (25 per 3), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Turun โ Info Sawit (2025-03-25)
- Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Naik, Ini Daftarnya Harganya โ Media Center Riau (2025-03-25)
- Prospek Kontrak Berjangka CPO Minggu Ini Terbelah, Dipengaruhi Perang Dagang dan Produksi โ Info Sawit (2025-03-25)
- Jelang Idulfitri, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Naik Jadi Rp3.741 per Kg โ Media Center Riau (2025-03-25)