BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga Minyak Kelapa Sawit Turun di Tengah Permintaan Global yang Meningkat

22 Februari 2026|Penurunan Harga Minyak Kelapa Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga Minyak Kelapa Sawit Turun di Tengah Permintaan Global yang Meningkat

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga minyak kelapa sawit mengalami penurunan signifikan meskipun permintaan global untuk minyak nabati terus meningkat.

Harga referensi minyak kelapa sawit (CPO) untuk bulan Februari 2025 tercatat mengalami penurunan sebesar 9,82 persen, menyusul penurunan permintaan di pasar global. Hal ini menjadi perhatian di tengah meningkatnya permintaan minyak nabati di seluruh dunia, termasuk minyak sawit.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Perdagangan, harga referensi CPO pada Februari 2025 adalah sebesar USD 955,44 per metrik ton (MT). Ini adalah penurunan yang signifikan dari bulan sebelumnya, di mana harga CPO tercatat sebesar USD 1.059,54 per MT. Penetapan harga ini sesuai dengan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 123 Tahun 2025.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Isy Karim, menyampaikan bahwa penetapan harga ini merujuk pada ketentuan Bea Keluar (BK) dan tarif Pungutan Ekspor (PE) yang berlaku. Penurunan harga ini mencerminkan kondisi pasar yang dipengaruhi oleh fluktuasi permintaan di tingkat global.

Sementara itu, pada acara Pakistan Edible Oils Conference (PEOC) yang diselenggarakan di Karachi, para analis menyatakan bahwa permintaan minyak nabati secara keseluruhan diperkirakan akan terus meningkat. Dalam 30 tahun terakhir, konsumsi global minyak dan lemak meningkat hampir tiga kali lipat, dari 92,6 juta ton pada tahun 1994/1995 menjadi diperkirakan 264,2 juta ton pada tahun 2024/2025. Meskipun demikian, harga minyak sawit yang terus melonjak telah mengkhawatirkan pelaku pasar, karena perannya sebagai penyeimbang pasokan mulai terancam.

Thomas Mielke, Editor dan CEO Oil World, mengungkapkan bahwa minyak sawit kini menyumbang lebih dari 15 persen dari total konsumsi minyak dan lemak dunia. Namun, lonjakan harga yang terus terjadi dapat mempengaruhi daya saing minyak sawit dibandingkan dengan minyak nabati lainnya, seperti minyak kedelai. Ini menjadi tantangan bagi industri kelapa sawit Indonesia yang merupakan salah satu produsen terbesar di dunia.

Dengan kondisi pasar yang fluktuatif dan permintaan yang semakin meningkat, para pelaku industri diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat. Penurunan harga saat ini mungkin menjadi sinyal bagi para produsen untuk mengevaluasi strategi mereka dan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap produksi dan ekspor minyak kelapa sawit.

Dalam menghadapi tantangan ini, penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing produk. Meningkatkan kualitas dan keberlanjutan produksi minyak kelapa sawit menjadi kunci untuk memastikan posisi Indonesia tetap kuat di pasar global.

Sumber:

  • Permintaan Minyak dan Lemak Dunia Meningkat Drastis, Masa Depan Sawit Jadi Perhatian โ€” Info Sawit (2025-02-02)
  • Harga Referensi Minyak Kelapa Sawit Merosot โ€” Tempo (2025-02-02)
  • Harga Referensi CPO Turun di Februari Jadi US$ 955,44 per MT โ€” Detik (2025-02-02)
  • Harga Referensi CPO Melemah 9,82% ke USD955MT โ€” MetroTV (2025-02-02)