Harga CPO Meningkat, Dampaknya Terasa pada Harga Minyak Goreng

Gambar menunjukkan minyak goreng berkualitas tinggi, produk hilir penting dari industri kelapa sawit Indonesia yang terus berkembang.
Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami kenaikan, memicu dampak langsung pada harga minyak goreng di pasar. Kenaikan ini dipengaruhi oleh faktor global serta dinamika dalam negeri.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia baru-baru ini mengalami fluktuasi yang signifikan, dengan data terbaru menunjukkan bahwa harga CPO kembali mencapai level Rp 15.000 per kilogram. Hal ini terjadi setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan. Berdasarkan hasil tender yang dilakukan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada 12 Maret 2025, harga CPO tercatat naik menjadi Rp 15.075 per kilogram, meningkat sekitar 0,63% dibandingkan hari sebelumnya.
Dinamika harga ini juga terlihat dalam perdagangan komoditas lainnya, di mana harga timah naik 1,5 persen, sedangkan CPO mengalami penurunan 0,3 persen akibat kekhawatiran penurunan ekspor. Namun, dengan adanya rebound pada tender KPBN, harga CPO berhasil kembali ke level yang lebih stabil.
Selain itu, harga minyak goreng di pasaran juga merespons kenaikan harga CPO. Di beberapa minimarket dan pasar tradisional, harga minyak goreng terpantau mengalami kenaikan. Menurut data yang dihimpun, harga minyak sawit naik 0,62% dalam perdagangan terakhir, yang berkontribusi pada lonjakan harga minyak goreng, termasuk produk Minyakita.
- Penurunan Ekspor CPO dan Harga Minyak Goreng Menjelang Ramadan 2025 (22 Februari 2026)
- Menjelang Ramadan, Ketersediaan Minyak Goreng MinyaKita dan Penanganan Minyak Palsu di Indonesia (22 Februari 2026)
- Hilirisasi Produk Sawit: Dari Camilan Kekinian hingga Ekspor Lidi Sawit (23 Februari 2026)
- Kenaikan Harga CPO dan Tantangan Distribusi Minyak Goreng di Indonesia (22 Februari 2026)
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengungkapkan bahwa kenaikan harga Minyakita disebabkan oleh melonjaknya harga CPO di pasar global. Ia menegaskan bahwa harga CPO yang tinggi seharusnya tidak menjadikan harga Minyakita melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan sebesar Rp 15.700 per liter. Menurutnya, produsen seharusnya tidak merugi meskipun harga CPO naik, sehingga diharapkan tidak ada pelanggaran yang merugikan konsumen.
Pantauan harga menunjukkan bahwa di minimarket seperti Alfamart, beberapa produk minyak goreng mengalami kenaikan harga, yang menunjukkan dampak langsung dari fluktuasi harga CPO. Kenaikan harga ini juga tercermin dalam harga kontrak minyak sawit berjangka di Bursa Malaysia yang mengakhiri dua sesi penurunan berturut-turut, didorong oleh harga yang lebih kuat di Bursa Dalian.
Dengan kondisi ini, pasar CPO di Indonesia tampaknya akan terus dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal dan internal. Kebijakan pemerintah serta dinamika pasar global akan sangat menentukan arah harga CPO dan dampaknya terhadap biaya hidup masyarakat, terutama dalam kebutuhan pokok seperti minyak goreng.
Sumber:
- Rebound, Balik ke Level Rp 15.000 Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 12 Maret 2025 โ Media Perkebunan (2025-03-12)
- Harga Komoditas: Timah Naik 1,5 Persen, CPO Turun 0,3 Persen โ Kumparan (2025-03-12)
- Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,63 Persen Pada Rabu (12 per 3), Harga CPO di Bursa Malaysia Naik โ Info Sawit (2025-03-12)
- Harga CPO Terus Naik, Harga Minyak Goreng Hari Ini Sudah Segini โ CNBC (2025-03-12)
- Harga Minyakita Naik Diklaim karena Kenaikan Harga CPO, Ini Kata Wamentan โ Kontan (2025-03-12)