Harga CPO Indonesia: Kenaikan dan Penurunan di Tengah Ketidakpastian Global

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami fluktuasi, dengan tren kenaikan di awal minggu namun mengalami penurunan di akhir pekan akibat pembatalan pesanan dari India.
(2025/06/20) Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia menunjukkan dinamika yang menarik dalam beberapa hari terakhir, diwarnai oleh kenaikan harga di awal pekan dan penurunan menjelang akhir pekan ini. Kenaikan harga CPO pada tender yang dilakukan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada 19 Juni 2025 menunjukkan optimisme pasar, namun kondisi ini berbalik ketika India, salah satu pembeli terbesar CPO, membatalkan pesanan dalam jumlah besar.
Sejak awal pekan, harga CPO mengalami kenaikan yang signifikan, bertambah Rp 62 per kilogram pada tender 19 Juni. Kenaikan ini terlihat di berbagai pelabuhan, termasuk Pelabuhan Belawan di Medan dan Pelabuhan Dumai di Riau. Harga CPO saat itu tercatat pada Rp 13.677 per kilogram, mencerminkan tren positif yang mempengaruhi pasar domestik dan global.
Namun, situasi berubah drastis pada 20 Juni 2025. India membatalkan pesanan sebanyak 65.000 metrik ton CPO untuk pengiriman antara Juli dan September, yang memicu penurunan harga. Pembatalan ini disebabkan oleh lonjakan harga CPO yang dianggap tidak sejalan dengan kebutuhan pasar, sehingga memaksa negara tersebut untuk meninjau kembali komitmen pembeliannya.
- Harga CPO dan TBS Sawit di Sumut Turun, Proyeksi Masa Depan Menarik (25 Maret 2026)
- Harga CPO April 2026 Naik 5,41% Jadi USD 989,63 per MT di Tengah Ketegangan Geopolitik (1 April 2026)
- Harga CPO Diprediksi Naik hingga RM4.600 per Ton di 2026 (5 April 2026)
- Harga CPO Menguat di Tengah Fluktuasi Ringgit dan Permintaan Ekspor (30 Maret 2026)
Akibat pembatalan tersebut, harga CPO di KPBN untuk 20 Juni ditetapkan turun menjadi Rp 13.655 per kilogram, sebuah penurunan tipis sebesar Rp 22 atau sekitar 0,16% dibandingkan hari sebelumnya. Meskipun harga tetap mencatatkan kenaikan mingguan keenam berturut-turut, kondisi pasar menjadi lebih rentan terhadap perubahan permintaan global, terutama dari negara-negara besar seperti India.
Di sisi lain, perkembangan di pasar minyak mentah global juga berpengaruh pada harga CPO. Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh konflik antara Israel dan Iran telah menyebabkan harga minyak mentah internasional meningkat. Hal ini bisa berdampak pada biaya produksi dan perdagangan CPO, yang pada gilirannya mempengaruhi harga di dalam negeri. Pada penutupan perdagangan 19 Juni, harga minyak mentah Brent mencapai USD 78,85 per barel, level tertinggi sejak Januari, menunjukkan bagaimana dinamika geopolitik dapat memengaruhi pasar komoditas secara keseluruhan.
Dengan semua faktor yang memengaruhi harga CPO saat ini, para pelaku pasar diharapkan dapat tetap waspada dan responsif terhadap perubahan yang terjadi. Ketidakpastian global dan keputusan besar oleh negara-negara pembeli utama akan terus menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh industri sawit Indonesia.
Sumber:
- Naik Lagi Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 19 Juni 2025 โ Media Perkebunan (2025-06-20)
- India Batalkan Pesanan, Begini Nasib Harga CPO di Pasar Global dan Hasil Tender PT KPBN Periode 20 Juni 2025 โ Media Perkebunan (2025-06-20)
- Harga Minyak Mentah Diprediksi Terus Naik Imbas Memanasnya Konflik Israel-Iran โ Kumparan (2025-06-20)
- Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Jumat (20 per 6), Harga CPO di Bursa Malaysia Melemah โ Info Sawit (2025-06-20)