BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO dan TBS Lesu, Petani Sawit Hadapi Tantangan Ganda

25 Juni 2025|Fluktuasi harga minyak sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO dan TBS Lesu, Petani Sawit Hadapi Tantangan Ganda

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Fluktuasi harga minyak sawit dan tantangan distribusi menjadi isu utama yang dihadapi petani kelapa sawit di Indonesia.

(2025/06/25) Indonesia menyaksikan penurunan signifikan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan tandan buah segar (TBS) yang berdampak langsung pada pendapatan petani sawit. Pada penutupan perdagangan Selasa (24/6), harga CPO anjlok lebih dari 3 persen, menyusul penurunan harga minyak kedelai serta kelebihan pasokan yang mengganggu stabilitas pasar.

Harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat Rp13.500 per kilogram pada Rabu (25/6), mengalami kenaikan tipis dari harga sebelumnya Rp13.415 per kilogram. Namun, secara umum, harga CPO menunjukkan tren penurunan yang berkelanjutan. Di Sumatera Utara, harga TBS bahkan mendekati Rp3.000 per kilogram, menandakan kondisi yang semakin sulit bagi para petani.

Menurut data Dinas Perkebunan Sumut, harga TBS pada periode 25 Juni hingga 1 Juli 2025 adalah Rp3.227 per kilogram, turun dari Rp3.236 per kilogram. Penurunan harga ini mempertegas tantangan yang dihadapi petani, terutama dalam menghadapi fluktuasi yang terjadi akibat faktor eksternal dan internal.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyatakan bahwa fluktuasi harga ini tidak hanya berdampak pada ekonomi petani, tetapi juga memengaruhi posisi Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Mutiara Panjaitan dari DPP Apkasindo menegaskan pentingnya stabilitas harga CPO, mengingat setiap perubahan harga di pasar global akan langsung berimbas pada pendapatan petani.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga tengah berupaya menjaga stabilitas harga di wilayah terluar seperti Papua. Pengawasan distribusi dan harga MINYAKITA di pasar lokal menunjukkan adanya perbaikan, dengan harga yang kini sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban masyarakat di daerah tersebut.

Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Penertiban lahan yang berlangsung masif dan kurang transparan juga menambah kekhawatiran petani. Banyak dari mereka merasa tertekan dengan situasi yang tidak menentu ini, yang berpotensi mengganggu kelangsungan hidup mereka.

Di tengah kondisi pasar yang lesu, investor kawakan Lo Kheng Hong baru-baru ini melakukan manuver dengan memborong 778,85 juta saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP), sebuah langkah yang menunjukkan minat terhadap sektor sawit meskipun banyak tantangan yang dihadapi. Saham SIMP, yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, menunjukkan fluktuasi yang sejalan dengan dinamika harga CPO dan TBS.

Selain itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan penurunan volume ekspor produk sawit pada bulan April 2025 yang mencapai 1.779 ribu ton, turun 39,2% dari bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama terjadi pada produk minyak sawit olahan, yang menunjukkan bahwa pasar global juga terpengaruh oleh kondisi domestik.

Secara keseluruhan, situasi ini menuntut perhatian dan tindakan cepat dari semua pihak, baik pemerintah, pelaku industri, maupun petani, untuk menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi industri kelapa sawit di Indonesia.

Sumber:

  • Harga Komoditas Lesu: CPO Anjlok 3 Persen, Timah Turun 1 Persen โ€” Kumparan (2025-06-25)
  • Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Rabu (25 per 6), Harga CPO di Bursa Malaysia Menguat Tipis โ€” Info Sawit (2025-06-25)
  • Perkuat Distribusi MINYAKITA, Pemerintah Genjot Stabilitas Harga di Papua โ€” Info Sawit (2025-06-25)
  • Harga TBS di Sumut Dekati Harga Rp 3.000 per Kg, CPO Makin Lesu Pekan Ini โ€” Detik (2025-06-25)
  • Lo Kheng Hong Borong 778,85 Juta Saham Salim Ivomas Pratama (SIMP) โ€” Bisnis Indonesia (2025-06-25)
  • Petani Sawit Menjerit: Harga Buah Fluktuatif, Penertiban Lahan Tidak Transparan โ€” Bisnis Indonesia (2025-06-25)
  • Ekspor Produk Sawit April 2025 Turun 39,2% โ€” Agrofarm (2025-06-25)