BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO Anjlok di Tengah Ketidakpastian Global

22 Februari 2026|Penurunan Harga CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO Anjlok di Tengah Ketidakpastian Global

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami penurunan tajam akibat pengaruh perang dagang dan fluktuasi pasar global, menandai tantangan bagi industri kelapa sawit Indonesia.

Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, menjadi Rp 14.000-an per kilogram, seiring dengan situasi pasar yang dipengaruhi oleh ketidakpastian global. Penurunan ini terjadi setelah tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada 5 Maret 2025, di mana harga CPO terjatuh hingga Rp 260 per kilogram dibandingkan tender sebelumnya.

Harga CPO yang ditetapkan pada 4 Maret 2025 oleh KPBN adalah Rp 14.470 per kilogram, menandakan penurunan sebesar 2,92% dari penawaran tertinggi sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pasar CPO Indonesia sedang berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan, terutama di Pelabuhan Dumai dan Pelabuhan Belawan. Penurunan harga ini bertepatan dengan tren negatif di pasar minyak mentah, yang juga tertekan oleh kekhawatiran akan perang dagang antara AS dengan Kanada dan Meksiko.

Konflik ini mengakibatkan ketidakpastian dalam pertumbuhan ekonomi global, yang pada gilirannya berdampak pada permintaan terhadap minyak mentah dan CPO. Pada hari yang sama, harga minyak mentah mencatatkan penurunan ke level terendah dalam 12 minggu, akibat laporan OPEC+ yang berencana untuk meningkatkan produksi minyak. Ketidakpastian ini turut memicu penurunan harga CPO di Bursa Malaysia, di mana harga minyak nabati melemah.

Tidak hanya itu, harga referensi komoditas CPO untuk periode Maret 2025 juga menunjukkan tren menurun, dengan nilai sebesar USD 954,50 per metrik ton, turun 0,10% dari periode sebelumnya. Penetapan harga ini akan berpengaruh pada Bea Keluar (BK) dan pungutan ekspor, yang menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri.

Di tengah tantangan harga ini, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) tampak optimis untuk memanfaatkan situasi pasar. Emiten ini menargetkan produksi CPO mencapai 570.000 ton pada 2025, meningkat 12,9% YoY. Dengan fokus pada efisiensi biaya dan peningkatan produksi, SSMS berharap dapat meraih pendapatan hingga Rp 11,2 triliun, ditopang oleh proyeksi pertumbuhan EBITDA yang mencapai 17,8% secara tahunan.

Secara keseluruhan, penurunan harga CPO merupakan refleksi dari dinamika pasar yang kompleks, di mana berbagai faktor eksternal berperan besar dalam menentukan arah harga. Pelaku pasar perlu beradaptasi dengan cepat untuk menghadapi tantangan yang ada, sambil tetap mencari peluang di tengah ketidakpastian ini.

Sumber:

  • Ambruk Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 5 Maret 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-03-04)
  • Perang Dagang AS ke Kanada Cs Dimulai, Harga Minyak Mentah dan CPO Tergelincir โ€” Kumparan (2025-03-04)
  • Harga CPO KPBN Inacom Anjlok Pada Selasa (4 per 3), Harga CPO di Bursa Malaysia Turun โ€” Info Sawit (2025-03-04)
  • Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Melemah di Periode Maret 2025 โ€” Sawit Indonesia (2025-03-04)
  • Menakar Prospek Emiten Cpo Sawit Sumbermas Ssms Di Tengah Kenaikan Harga โ€” Kompas (2025-03-04)