Fluktuasi Harga Komoditas dan Harapan Pemulihan Jelang Puasa

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga berbagai komoditas di Indonesia mengalami fluktuasi menjelang bulan puasa, dengan lonjakan pada CPO dan tantangan harga Minyakita.
Harga komoditas di Indonesia menunjukkan pergerakan yang beragam, dengan minyak sawit mentah (CPO) mengalami kenaikan, sementara harga minyak mentah global justru mengalami penurunan. Kenaikan harga CPO tercatat mencapai 1,03 persen pada pekan ketiga Januari 2025, di tengah upaya pemerintah untuk mengendalikan harga minyak goreng menjelang bulan puasa.
Data dari PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom menunjukkan bahwa harga CPO ditetapkan sebesar Rp 13.725 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp 13.585 per kilogram. Kenaikan ini terjadi setelah harga CPO mengalami penurunan selama minggu pertama Januari. Meskipun harga CPO mengalami fluktuasi, pasar tetap optimis bahwa permintaan akan meningkat menjelang bulan suci Ramadan, sehingga harga dapat stabil.
Di sisi lain, harga minyak mentah global mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada penutupan perdagangan yang terjadi, harga minyak mentah Brent tercatat turun menjadi USD 80,79 per barel, setelah sempat memuncak pada pekan sebelumnya. Penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran akan kebijakan baru pemerintah AS yang dapat memengaruhi pasokan energi global. Sanksi yang dijatuhkan terhadap perdagangan energi Rusia serta pengumuman kebijakan energi oleh Presiden AS Donald Trump turut memberikan dampak yang signifikan terhadap pergerakan harga minyak mentah.
- Harga CPO Menguat di Tengah Fluktuasi Ringgit dan Permintaan Ekspor (30 Maret 2026)
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
- Harga Sawit di Sumbar dan PT Bensuli Salam Makmur Meningkat di Akhir Maret 2026 (30 Maret 2026)
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
Sementara itu, perhatian pemerintah juga tertuju pada harga Minyakita yang telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp 15.700 per liter. Rata-rata harga eceran Minyakita secara nasional pada pekan ketiga Januari mencapai Rp 17.502 per liter. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan bahwa mereka tengah menyelidiki pelanggaran yang dilakukan oleh pedagang yang menjual minyak di atas HET. Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, Kemendag optimis bahwa harga Minyakita dapat segera kembali ke HET sebelum bulan puasa, guna mengurangi beban masyarakat.
Dengan kondisi pasar yang masih volatile, baik untuk komoditas CPO maupun minyak mentah, langkah-langkah strategis dari pemerintah dan pelaku pasar menjadi kunci untuk menstabilkan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang periode konsumsi tinggi saat Ramadan. Diharapkan, kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta dapat menciptakan solusi yang efektif untuk menghindari lonjakan harga yang merugikan konsumen.
Sumber:
- Harga Komoditas: Minyak Mentah Turun 1 Persen, Nikel hingga CPO Naik โ Kumparan (2025-01-20)
- Kemendag Pede Harga Minyakita Turun ke HET Sebelum Puasa, Ini Jurusnya โ CNBC (2025-01-20)
- Harga Minyak Mentah Anjlok Usai Trump Dilantik Jadi Presiden AS โ Kumparan (2025-01-20)
- Harga CPO KPBN Inacom Naik 1,03 Persen Pada Senin (20 per 1), Harga CPO di Bursa Malaysia Naik โ Info Sawit (2025-01-20)