BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Fluktuasi Harga CPO dan Komoditas Lainnya di Tengah Ketegangan Geopolitik

24 Juni 2025|Fluktuasi Harga CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Fluktuasi Harga CPO dan Komoditas Lainnya di Tengah Ketegangan Geopolitik

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami penurunan setelah sempat menguat, sementara harga komoditas lainnya menunjukkan tren yang beragam akibat kondisi pasar global.

(2025/06/24) Harga minyak sawit mentah (CPO) di Indonesia dan pasar global mengalami fluktuasi yang signifikan akhir-akhir ini. Setelah mengalami kenaikan pada awal pekan, CPO kembali turun pada Selasa, 24 Juni 2025, seiring dengan tekanan dari harga minyak kedelai yang melemah di bursa internasional.

Data dari PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom mencatat bahwa harga CPO pada hari Selasa ditetapkan sebesar Rp13.415/kg, turun Rp315/kg atau sekitar 2,29% dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp13.730/kg. Penurunan ini juga tercermin di Bursa Malaysia, di mana harga CPO mengalami penurunan tajam setelah empat hari berturut-turut mengalami kenaikan. Tekanan ini muncul akibat melemahnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade dan bursa Dalian, serta dipicu oleh ketegangan geopolitik yang melanda Timur Tengah.

Sebelumnya, pada Senin, 23 Juni 2025, harga CPO sempat menunjukkan penguatan dengan ditetapkan pada Rp13.730/kg, didorong oleh kenaikan harga minyak mentah global dan pelemahan nilai tukar ringgit Malaysia. Selain itu, harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) juga ditutup menguat, mencerminkan reaksi pasar terhadap faktor-faktor geopolitik yang mempengaruhi pasokan dan permintaan.

Kenaikan harga CPO di bursa Malaysia juga terlihat pada kontrak berjangka untuk Juli 2025 yang meningkat 16 ringgit Malaysia menjadi 4.087 ringgit per ton. Namun, penguatan ini tidak bertahan lama, dan CPO kembali mengalami penurunan pada hari berikutnya.

Selain CPO, harga komoditas lainnya menunjukkan tren yang beragam. Misalnya, harga batu bara mengalami kenaikan tipis sebesar 0,61% menjadi USD 107,25 per ton, setelah sempat mencapai titik terendah empat tahun di USD 93,7. Namun, nikel justru mengalami penurunan tajam hingga 1,3% akibat kelebihan pasokan di pasar.

Dalam konteks yang lebih luas, kondisi pasar global saat ini menunjukkan tanda-tanda perbaikan, dengan adanya pengumuman gencatan antara Israel dan Iran, yang seharusnya dapat memberikan angin segar bagi perdagangan komoditas. Namun, pasar tampaknya masih tertekan oleh faktor-faktor lain yang menyebabkan harga minyak nabati, termasuk CPO, mengalami penurunan.

Ke depan, pelaku pasar perlu memantau perkembangan situasi geopolitik dan dinamika harga komoditas global untuk mengambil keputusan yang tepat. Ketidakpastian masih membayangi pasar, dan dapat mempengaruhi harga CPO serta komoditas lainnya dalam waktu dekat.

Sumber:

  • Harga Komoditas: Nikel Anjlok, Batu Bara-CPO Naik Tipis โ€” Kumparan (2025-06-24)
  • Harga CPO KPBN Inacom Turun 2,29 Persen Pada Selasa (24 per 6), Harga CPO di Bursa Malaysia Melorot โ€” Info Sawit (2025-06-24)
  • Dipukul Minyak Kedelai, Begini Nasib Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 24 Juni 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-06-24)
  • Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Senin (23 per 6), Harga CPO di Bursa Malaysia Naik Tipis โ€” Info Sawit (2025-06-24)
  • Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah Pacu Kenaikan Harga CPO โ€” Sawit Indonesia (2025-06-24)