Ekspor Indonesia Meningkat, Inflasi Tercatat di Angka 0,19%

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Pertumbuhan ekspor Indonesia dan inflasi bulanan mencerminkan dinamika ekonomi yang berubah dalam bulan Mei dan Juni 2025.
(2025/07/01) Indonesia menyaksikan pertumbuhan signifikan dalam sektor ekspor dan perubahan inflasi bulanan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa nilai ekspor Indonesia pada Mei 2025 mencapai US$ 24,61 miliar, mengalami peningkatan sebesar 9,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan optimisme dalam perekonomian, meskipun inflasi bulanan pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,19%, meningkat setelah sebelumnya mengalami deflasi.
Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers pada 1 Juli 2025, menyampaikan bahwa ekspor nonmigas mencapai US$ 23,50 miliar, naik 11,80% dibandingkan Mei 2024. Namun, nilai ekspor migas mengalami penurunan, tercatat sebesar US$ 1,11 miliar, atau turun 21,71% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ekspor ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan, yang menunjukkan adanya permintaan global yang kuat.
Sementara itu, inflasi pada bulan Juni 2025 menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah Mei yang mengalami deflasi 0,37%. Kenaikan inflasi ini dipicu oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, yang mencatat inflasi sebesar 0,46% dan memberikan andil sebesar 0,13% terhadap inflasi bulanan. Komoditas utama yang berkontribusi terhadap inflasi antara lain beras dan cabai rawit, masing-masing memberikan andil 0,04% dan 0,03%.
- Putusan Kasus Suap CPO: Marcella Santoso dan Petinggi Wilmar Terjerat Hukum (3 Maret 2026)
- Penemuan Mayat di Perkebunan Sawit Nagan Raya Menggegerkan Warga (30 Maret 2026)
- Dua Pria di Morowali Diarak dan Motor Dibakar karena Curi Sawit (29 Maret 2026)
- Kasus Korupsi CPO, Pencarian Pemuda Hilang, dan Pesta Kesenian Bali: Berita Terkini Indonesia (23 Februari 2026)
Dalam konteks yang lebih luas, BPS juga mencatat bahwa total nilai impor Indonesia selama periode Januari hingga Mei 2025 mencapai USD 96,60 miliar, meningkat 5,45% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan impor barang modal dan bahan baku/penolong, dengan impor nonmigas mencapai USD 82,96 miliar, naik 7,92%. Sementara itu, impor migas tercatat sebesar USD 13,64 miliar, mengalami penurunan sebesar 7,44%.
Dengan adanya pertumbuhan ekspor dan perubahan inflasi ini, Pemerintah Indonesia diharapkan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga. Tren positif dalam sektor ekspor akan sangat penting untuk mendorong perekonomian nasional, di tengah tantangan yang ada.
Sumber:
- Ekspor Indonesia Sepanjang Mei 2025 Mencapai US$ 24,61 Miliar โ Sawit Indonesia (2025-07-01)
- Gara-gara Beras dan Cabai Rawit, Inflasi Juni 2025 Naik Jadi 0,19% โ MetroTV (2025-07-01)
- BPS Catat Ekspor RI Tembus US$24,61 Miliar di Mei 2025 โ CNBC (2025-07-01)
- Impor Januari-Mei 2025 Indonesia Tumbuh 5,45%, Capai USD96,6 Miliar โ MetroTV (2025-07-01)