HASI 2026 Digelar untuk Tingkatkan Praktik Terbaik di Perkebunan Sawit

Gambar ini menunjukkan logo ISPO, sertifikasi untuk industri kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.
HASI 2026 kembali digelar di Jakarta, mengusung tema peningkatan praktik terbaik dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit Indonesia dan Malaysia.
(2026/04/07) HaiSawit Indonesia bersama Himpunan Profesional Kelapa Sawit Indonesia (HIPKASI) kembali menyelenggarakan HaiSawit Simposium (HASI) 2026 di Jakarta. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit, khususnya di Indonesia dan Malaysia, yang merupakan dua negara penghasil minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia.
HASI 2026 merupakan penyelenggaraan kedua setelah kesuksesan tahun lalu. Forum ini bertujuan sebagai wadah diskusi dan pertukaran gagasan antar profesional di industri sawit, di mana para peserta dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait praktik terbaik dalam pengelolaan perkebunan. Tema yang diusung tahun ini adalah "Updating Best Management Practice (BMP) Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia dan Malaysia dalam Mendukung Peningkatan Produksi Sawit & Kualitas".
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia terus menghadapi tantangan dalam hal produktivitas dan keberlanjutan. Oleh karena itu, simposium ini diharapkan dapat menjadi platform bagi pemangku kepentingan untuk mendiskusikan strategi dan praktik terbaik yang dapat diimplementasikan dalam industri. Dengan mengusung tema BMP, HASI 2026 berfokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, yang sangat penting bagi dua negara penghasil terbesar ini.
- Seminar Bedah Buku Menggugah Kesadaran tentang Industri Minyak Sawit (22 Februari 2026)
- Andalas Forum VI 2026 Bahas Masa Depan Sawit di Tengah Insiden Tragis (1 April 2026)
- Inovasi dan Kepedulian Industri Sawit: Dari Pelatihan Membatik hingga Berbagi di Bulan Ramadhan (5 Maret 2026)
- AKPY βSTIPERβ Rayakan Syawalan dan Launching Learning Factory 2026 (29 Maret 2026)
Partisipasi dalam acara ini masih terbuka, dengan kuota terbatas. Peserta diharapkan dapat mendapatkan wawasan baru dan membangun jaringan yang lebih kuat dengan para profesional dari berbagai latar belakang di industri sawit. Hal ini menjadi penting mengingat industri sawit memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan acara ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi juga dari ide-ide dan kolaborasi yang dapat dihasilkan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan industri kelapa sawit dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Akankah simposium ini menjadi titik awal bagi inovasi baru dalam pengelolaan perkebunan sawit di Indonesia dan Malaysia?
Sumber: