BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Dinamika Harga CPO dan Prospek Industri Kelapa Sawit di Indonesia

22 Februari 2026|Fluktuasi Harga CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Dinamika Harga CPO dan Prospek Industri Kelapa Sawit di Indonesia

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Harga minyak sawit mentah mengalami fluktuasi seiring dengan proyeksi kinerja emiten di tahun 2025, dengan catatan positif dari tender dan penjualan CPO.

Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Indonesia mengalami beberapa pergerakan signifikan di awal tahun 2025, mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tender yang diadakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada 7 Januari 2025 menunjukkan bahwa pasar mulai stabil, dengan harga CPO tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,49% menjadi Rp 14.157 per kilogram. Ini berbanding terbalik dengan dua tender sebelumnya yang berakhir dengan penarikan diri peserta (withdraw), menandakan pemulihan minat terhadap pasar CPO.

Dalam konteks ini, Sub Holding PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) juga menargetkan penjualan 120.000 metrik ton CPO bersertifikat Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO) dengan proyeksi pendapatan mencapai 3,6 juta dolar AS. PTPN IV, sebagai perusahaan BUMN yang mengelola perkebunan sawit terluas, optimis terhadap pertumbuhan penjualannya di tahun 2025 setelah memproduksi 2,58 juta ton CPO pada tahun 2024.

Di sisi lain, Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau mengumumkan harga baru untuk tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya. Untuk periode 8-14 Januari 2025, harga tertinggi ditetapkan pada kelompok umur 9 tahun, yakni sebesar Rp 3.614,47 per kilogram. Penetapan harga ini menggunakan rata-rata harga periode sebelumnya, mengingat tidak ada perusahaan yang melakukan penjualan CPO dan kernel pada periode tersebut.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga mengumumkan implementasi kebijakan baru terkait bahan bakar minyak jenis solar dengan campuran biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40% (B40) yang mulai berlaku pada 1 Januari 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi emisi dan ketergantungan pada impor solar, serta memberikan dampak positif bagi industri kelapa sawit di Indonesia.

Proyeksi kinerja emiten di sektor CPO untuk tahun 2025 menunjukkan tanda-tanda perbaikan, meskipun harga CPO mengalami penurunan sekitar 12,92% dalam sebulan terakhir. Menurut data yang dihimpun, harga CPO untuk pengiriman Maret 2025 di Bursa Malaysia berada di angka MYR 4.339 per ton, menunjukkan adanya potensi untuk pemulihan seiring dengan meningkatnya produktivitas tanaman.

Kenaikan harga CPO yang terjadi di KPBN dan proyeksi positif dari PTPN IV menunjukkan bahwa industri kelapa sawit Indonesia masih memiliki harapan untuk tumbuh meskipun banyak tantangan di pasar global. Perhatian terhadap sustainability dan kebijakan pemerintah yang mendukung penggunaan biodiesel berbasis sawit dapat menjadi pendorong utama bagi sektor ini ke depannya.

Sumber:

  • Begini Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 7 Januari 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-01-07)
  • PTPN IV PalmCo Pasarkan 120.000 MT CPO โ€” Sawit Indonesia (2025-01-07)
  • Disbun Riau Umumkan Harga Baru TBS Kelapa Sawit โ€” Media Center Riau (2025-01-07)
  • ESDM Ungkap Harga Asli B40 Non PSO, Ternyata Segini โ€” CNBC (2025-01-07)
  • Simak Proyeksi Kinerja Emiten CPO di Tahun 2025 โ€” Kontan (2025-01-07)
  • Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,49 Persen Pada Selasa (7 per 1), Harga CPO di Bursa Malaysia Ketat โ€” Info Sawit (2025-01-07)